THE IMPERIAL CITADEL & KOPI VIETKONG


“Are you ready?” begitu selalu Pak Ojek berkata setiap saya menghempaskan bokong ke sadel motor Supranya.
“Yes iam ready, tariik Mang…!” . Tak lama berselang, sekitar jam 13.00 kami melintasi jembatan dan memasuki gerbang kota kerajaan. Melihat bentuk bangunannya tiba-tiba aku merasa masuk dalam lorong waktu seperti di film Tiongkok. Hmm…
Untuk masuk ke dalam Citadel, turis  asing dikenakan tiket masuk 150.000 VND.

The Imperial Citadel



Dai Noi (The Imperial Citadel), bentuknya kotak, tetapi terdapat beberapa bangunan bersejarah dari kejayaan dinasti Nguyen. Bentuk depannya hampir menyerupai The Forbidden City di Beijing, bedanya kalau di Forbidden City ada gambar Mao, maka di Citadel yang ada gambar Ho Chi Minh.
Bagian-bagian yang terdapat pada Citadel adalah Ngo-Mon, Istana Thai Hoa, Tempat tinggal Truong Sanh, Forbidden Purple City, dan Celah Hutan Hue. Tempat ini rencananya akan dipugar sebagai kawasan wisata terpadu, konsep dalam bentuk digitalnya sudah selesai dibuat.
Penjelasan sedikit sejarah tentang Hue & Citadel. Ternyata dulunya Hue adalah ibukota Vietnam, yaitu pada masa pemerintahan dinasti Nguyen tahun 1802-1945. Tetapi setelah kaisar terakhirnya – Bao Dai turun tahta dan pemerintah komunis terbentuk di Vietnam Utara, maka ibukota pun pindah ke Hanoi. Jadi Citadel ini dulunya komplek istana dimana para raja dinasty Nguyen beserta keluarganya tinggal, beraktivitas, dan menjalankan pemerintahan. Luasnya sekitar 2 km persegi, dikelilingi tembok setebal 2 meter & parit..

Memasuki bagian dalam Citadel, ternyata nggak semua bangunannya utuh karena sebagian besar sudah hancur terkena bom saat perang tahun 1968. Namun ruangan tempat Raja bertahta, beberapa ruangan dan selasar masih dapat dinikmati dengan utuh, dilengkapi dengan  foto-foto kehidupan istana pada masa itu, foto asli hitam putih raja-raja terakhir yang berkuasa, atribut-atribut istana, perabotan dan perlengkapan makan minum sang raja, seragam kebesaran raja dan permaisuri, dll.

Peggeeeelll.....luaSS!

Forbiden Purple City






Matahari semakin tinggi sebentar lagi sore. Selesailah explore 4 kuburan para raja dari masa silam.
 Sementara perut sedari tadi sudah menahan lapar, padahal banyak warung makan dgn menu yg enak2 tapi sangat meragukan kehalalannya heheheh. Kami bergegas pulang kembali ke homestay, saya harus packing ransel, check out dari Lucky karena sore ini petualangan akan berlanjut ke Hanoi via sleeper bus Queen Café. Tak jauh dari homestay saya minta pak ojek mampir untuk makan siang dulu. Agak puyeng memilih menu yg tampaknya enak-enak tapi harooom…sementara perut sudah lapar banget sudah jam setengah tiga sore nih. Mr. Nguyen kuajak makan tapi ia menolak dgn alasan sudah makan waktu menungguku di Citadel. Akhirnya ya sutralah saya pesan mixed rice beef dan 2 kopi es Viet. Begitu disajikan menu pesanan ..ini mah mirip soto sapi campur wkwkwk...
Kopi Vietnam memang hits, di Indonesia kopi ini mulai jadi trendsetter di coffee2 shop ternama. Berbeda dgn di negara kita, umumnya kopi disajikan dalam gelas dgn isi penuh, di sini mah ..pelit, sudah gelasnya kecil isinya pun hanya 3/4 lalu ditambahkan segelas air teh Vietnam yg warnanya kayak bir bintang sebagai pendamping atau penawar rasa kali yeee... 
Setelah isi perut saya kembali ke homestay. saya dan Mr. Nguyen berpisah tentu tak lupa saya mengucapkan terimakasih atas pelayanannya yg ramah dan tepat waktu.
Saya masuk ke Guesthouse dan  mengemas ransel bersiap berangkat, melanjutkan petualangan ke Hanoi sore ini via sleeper bus...




THE IMPERIAL CITADEL & KOPI VIETKONG THE IMPERIAL CITADEL & KOPI VIETKONG Reviewed by Sofyan Saleh on April 03, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]

Travel everywhere!