DISTRICT OLD QUARTER

28 Juli 2016

Panggil saja SS. Lelaki pengikut angin. Menyukai berdiam dan berjalan sendiri, bintang, warna biru, kopi dan kata-kata. Tidak suka hujan.

Hanoi sejak tengah malam dilanda cuaca ekstrim. Hujan dan angin kencang yg menumbangkan banyak pohon di jalan2 utama kota dan .. membasahi sebagian pakaian di bodi dan di ransel hehe..
Sleeper bus berangkat meninggalkan kota Hue, Vietnam tengah menuju Vietnam Utara sekitar jam 17.00 waktu setempat. Sekitar jam 18.30 aku menyelesaikan sholat musafir Maghrib Isya dalam posisi tiduran (namanya juga sleeper bus) AC yang sejuk dan capek seharian keluyuran membuat aku cepat pulas di bus. Sekitar jam 21.00 bis berhenti di rest area untuk rehat makan. Saat melanjutkan perjalanan hujan deras disertai angin ribut mengiringi bus. Di luar sana gelap gulita, sesekali melihat bayang2 pohon jika petir menggelegar. Seperti apa medan perjalanan, gunung, hutan, jurang dan kelokan entahlah...tidak terjangkau imajinasi. Tinggal berdoa saja mudah2an perjalanan bus ini tidak mengalami hambatan, insiden atau apalah...aku ini sendirian, ngeri2 sedaaplah...tapi seperti perjalanan2 sebelumnya aku selalu yakin bahwa aku tidak sendiri, ada Allah dan doa orangtua, keluarga yang mengiringi...so, harapan selalu ada.



Rest Area 
Alhamdulillah ...akhirnya Queen Cafe Bus tiba di Hanoi jam 06.00 pagi. Kota diguyur selaksa butiran hujan dan gelegar petir yang menakutkan, Laa Hawla wala Quwwata illa billah... Penumpang diturunkan di depan kios agen bus yang masih tutup. Toko-toko sepanjang jalan juga masih tertutup dan ngenesnya gak ada tempat buat berteduh karena kios2 kecil berukuran 3x4 m2 itu tak ada yg mempunyai teras. Aku berdiri di depan pintu  kios yang atapnya menjulur hanya sekitar 1 meter, sementara hujan angin amat kencaang. Beberapa turis sudah meninggalkan kios dgn taksi gelap yang aku riset sering melakukan tindakan scam. Aku mengeluarkan jas hujan panco dari ransel yang kubeli di Pasar Bengkok Tangerang. Lumayan  membantu biar gak sampai kuyup banget. Berbeda dengan Indonesia yang mempunyai 2 musim, di Vietnam khususnya Vietnam Utara (yang letaknya berbatasan langsung dengan China) mengenal 4 musim yaitu musim panas, musim dingin, musim semi dan musim gugur. Memang tidak ada salju, tapi suhunya bisa mencapai 0 derajat celcius pada saat musim dingin. 

Sudah hampir 1 jam aku berteduh, sudah beberapa taksi gelap yang kutolak namun mentari masih  tertutup kabut tebal. Gelap untuk waktu sesiang ini. Aku memutuskan meninggalkan lokasi menuju beberapa destinasi yg ada dalam itineraryku. Gerimis panjang tidak menghalangi semangat city tour dgn berjalan kaki menembus gerimis menyusuri kota Hanoi menuju District Old Quarter (kota tua). Sepanjang jalan yang kulalui banyak pohon yang tumbang. Aku berjalan dgn penuh kewaspadaan, kuatir ketimpa pohon hehehe. Hanoi mengingatkanku pada Bandung tahun 80-an, pepohonan rimbun di tepi jalan. Berbekal google maps aku mengarah ke icon kota yaitu danau Hoan Kiem Lake.

Danau Hoan Kiem 

Hoan Kim Lake merupakan tempat favorit untuk nongkrong, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Tak heran jika danau ini selalu ramai oleh pengunjung. Lokasi danau ini berada di sekitar The Old Quarter, tepatnya di Distrik Hoan Kiem. Danau Hoan Kiem Lake dikelilingi oleh pohon yang teduh dan taman-taman indah. Di tengah-tengah danau terdapat menara Thap Rua Torsoise dan kuil Ngoc Son. Tengah pulau dihubungkan dengan jembatan kayu berwarna merah bernama The Huc atau sinar matahari. Ada legenda yang berkembang di masyarakat setempat, konon di danau ini hidup kura-kura raksasa. Kura-kura ini seringkali menampakkan diri. Menurut masyarakat setempat kura-kura raksasa tersebut pernah menampakkan diri pada bulan November 2007.

Hoan Kiem Lake sendiri mulai buka jam tujuh pagi dan tutup jam tujuh malam waktu setempat. Namun karena tempat ini menjadi salah satu tempat favorit untuk berolahraga, pengunjung sudah mulai ramai dari jam lima pagi. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sini mulai dari olahraga seperti jogging, badminton, memancing atau ikut senam Tai Chi yang hampir setiap hari digelar di sekitar danau. Mengelilingi danau juga bisa menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung untuk menikmati suasana. Untuk mengelilingi danau dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar tiga puluh menit dengan berjalan kaki santai. Tidak hanya di pagi hari, di malam hari pun danau ini masih ramai, banyak anak muda yang menghabiskan malam di sini. Selain itu beberapa komunitas sering berkumpul di sini salah satunya adalah komunitas fotografi. Jika merasa haus dan lapar di sekitar danau juga banyak pedagang makanan dan minuman.











Ice Cream Legendaris Hanoi...nyobain hemm..

untung sebelahnya, bukan gue yg ketimpa...



Aku melanjutkan jalan kaki ke situs rumah tahanan Hoa Lo Prison atau lebih dikenal dengan nama Hanoi Hilton.


Maison Centrale Kena Scam Gue !

‘Hanoi Hilton’, ini adalah julukan untuk penjara Hoa Lo yang pernah diangkat ke layar lebar pada tahun 1987 dengan judul ‘The Hanoi Hilton’. Masa-masa sulit selama penjajahan bangsa Prancis dan Perang Vietnam digambarkan secara kelam di salah satu penjara paling sadis di Vietnam.
Museum Penjara Hoa Lo, yang disebut juga Maison Centrale, memiliki peran penting dalam masa penjajahan kolonial Prancis di Vietnam. Banyak tahanan politik Vietnam disiksa dan dibunuh di tempat ini. Lalu, saat Perang Vietnam berlangsung, Vietnam Utara menggunakannya untuk memenjarakan tentara Amerika. Bangunan yang didirikan pada akhir abad ke-19 oleh administrasi Kolonial Prancis memiliki fasad kuning pucat dan daun jendela hijau opal yang menutupi kengerian hukuman penjara yang berlangsung di dalamnya. Banyak kaum revolusioner terkemuka Vietnam dipenjarakan di tempat ini, termasuk lima orang calon Sekretaris Umum Partai Komunis: Do Muoi, Nguyen Van Cu, Truong Chinh, Le Duan & Nguyen Van Linh.

Ingat bahwa Senator AS John McCain pernah ditangkap pada masa Perang Vietnam dan dipenjarakan di sini selama 5 tahun. Area tertentu di penjara ini kini didedikasikan untuk John McCain.

Seorang tahanan yang dipenjara 6 tahun lamanya, Douglas Peterson, didaulat menjadi duta pasca perang pertama untuk Vietnam pada tahun 1997. Amati sel kecil berukuran 1,8 meter x 1,8 meter dan lihatlah bingkai tempat tidur serta alas jerami tempat para tahanan berbaring. Daun jendela selalu ditutup dan biasanya jumlah tahanan pun melebihi kapasitas. Pada tahun 1916, penjara ini memiliki kapasitas 600 orang, namun sering kali dihuni hingga 730 tahanan. Pada tahun 1933, jumlah ini bertambah hingga 1.430 orang, dan pada tahun 1954, tercatat lebih dari 2.000 orang ditahan di penjara ini. Lihat rantai besi mengerikan serta artefak dan foto tahanan Vietnam lainnya dalam kondisi kepala dikunci papan kayu dan pergelangan kaki dibelenggu sehingga mereka tidak bisa berdiri atau bergerak. Tahanan ini sering kali dibiarkan kelaparan, disiksa, dipukuli, dan diasingkan. Baca kutipan dari seorang penjaga penjara yang mengatakan "mudah untuk mati, namun sulit untuk hidup".Selama Perang Vietnam, tentara Amerika secara sarkastis menjuluki penjara inisebagai "Hanoi Hilton". Temukan jaring bola voli yang digunakan oleh para tahanan untuk mempertahankan kekuatan mereka. 
Informasi di penjara tersedia dalam bahasa Vietnam dan Inggris. Museum ini terletak di dekat district Prancis.

Museum buka setiap hari dengan jam operasional mulai pagi hingga sore dan tutup pada saat jam makan siang. Pengunjung membayar tiket masuk sebesar 20.000 VND.Walaupun kini telah menjadi museum, tapi suasana mencekam masih dapat kita rasakan dari benda-benda koleksi museum, foto-foto sampai diorama yang menggambarkan kesengsaraan yang dialami para tahanan di penjara yang juga terkenal dengan julukan Hell’s Hole alias lubang neraka ini.


..suasana mistis di dalam penjara

Kostum penjara tentara Amerika

Horor penyiksaan Pejuang ala kolonial Prancis

Perhatikan...ada 'siapa' di dalam?

Guilloutine buat nampung kepala pejuang

Hells Hole, nengok ke sel melalui jeruji...bergidik!



Keluar dari Maison Centrale hujan masih turun, sesuai itinerary yg kubuat berikutnya ke Mouseleum Ho Chie Minh. Untuk berjalan menuju halte bis cukup jauh, terpaksa aku melanjutkan dgn taksi menuju Mousleum. Mula2 sopir taksir menawarkan tanpa argo, untuk safetynya aku mau argo, Eh ..seperti yg kukhawatirkan aku kena scam argo kuda. Naik taksi jarak sekitar 3-4 km 10 menit aku membayar argo 200 VND. Sialan ! akhirnya,.. kenna dehh..!


Mouseleum Ho Chie Minh
Abis kena scam membuat mood ku terganggu. Setelah beli tiket museum seharga 40.000 VND aku masuk dengan gontai masih nyessek !. Tas Ransel dan jas hujan kutitipkan di loker yang disediakan.





Paman Ho
Souvenir Mouseleum

Fosil Perang Vietnam


Kompleks maha luas Mausoleum Ho Chi Minh di Hanoi tidak hanya mempertontonkan jasad Proklamator sekaligus Bapak Bangsa Vietnam: mendiang Presiden Ho Chi Minh. Di ujung belakang mausoleum berdiri megah bangunan tiga lantai yakni Museum Ho Chi Minh. Sedikit jalan ke arah pintu keluar arah kanan bertengger koleksi andalan kompleks ini yakni One Pillar Pagoda.
Disebut One Pillar Pagoda lantaran konstruksi pagoda yang konon telah berumur lebih dari 1.000 tahun ini berdiri di atas satu batang kolom beton. Pagoda ini ‘duduk manis’ di atas kolom beton ini dan kemudian ditopang beberapa balok kayu ukuran besar di empat sudutnya agar keseimbangan bisa terjaga.

Jangan salah mengira One Pillar Pagoda ini berdiri di atas tanah. Bukan. One Pillar Pagoda berdiri di atas air, tepatnya di sebuah kolam. Ada tangga naik yang bisa menuntun para pengunjung menaikki pagoda kuno nan eksotik ini.
Orang lokal di Hanoi menyebut One Pillar Pagoda dengan nama Chùa Một Cột atau resminya  Diên Hựu tự atau Liên Hoa Đài. Pagoda ini beraliran Buddhis.
Menurut catatan sejarah di Hanoi, One Pillar Pagoda ini dibangun oleh Kaisar Ly Thai Tong, penguasa Vietnam kurun waktu 1028-1054. Karena tidak dikaruniai seorang anak pun, Kaisar ini selalu mendaraskan doa-doa kepada Bodhisattva Avalokiteshvara yang dalam mimpinya akhirnya berkenan ‘menghadiahi’ bayi mungil kepadanya. Bayi itu 'tampak' duduk di atas bunga teratai.
Belakangan, Kaisar mengawini gadis desa sederhana yang dari rahimnya lahirlah bayi lelaki yang kemudian berjuluk dengan nama –sesuai petunjuk rahib— Thiền Tuệ.



Lanjoot naik ojek, setelah tawar2an yg alot akhirnya cocok harga 20 rb VND ke ...

Temple of Literature (Kuil Sastra)
untuk masuk ke universitas pertama di Vietnam ini turis membeli tiket seharga 30.000 VND.
Kuil Sastra Van Mieu- Quoc Tu Giam adalah Sekolah Tinggi kuno di Ibukota Thang Long (yang sekarang adalah  Ibukota  Hanoi) dan sekaligus adalah Universitas pertama di Vietnam. Kuil Sastra Van Mieu-Quoc Tu Giam yang dibangun pada Oktober th 1070, tidak hanya sekedar cagar sejarah, melainkan juga adalah tempat pengadaan kegiatan-kegiatan  kebudayaan nasional dari Ibukota Hanoi. Pada hari-hari tertentu kuil ramai didatangi oleh mahasiswa dari perguruan tinggi di Vietnam yang merayakan hari kelulusan.




Kuil Sastra












To be Continued...
#PajokkaLadde
#PejalanMandiri
DISTRICT OLD QUARTER DISTRICT OLD QUARTER Reviewed by Sofyan Saleh on April 11, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]

Travel everywhere!