JIN DANAU HOAN KIEM HANOI


Jam 20.00 aku sudah di terminal bis Sapa. Sleeper Bus Queen sudah standby menunggu penumpang lain. Setelah menahan lapar cukup lama kuputuskan kembali membeli Banhmi isi sayuran, kayaknya cuman makanan ini yg halal atau paling tidak yang paling kecil resiko haramnya.

Tak lama kemudian bus lain juga mangkal. Semestinya bis yang akan kutumpangi adalah Queen lagi. Entah mengapa saat mau jalan busnya diganti. Penumpang dioper ke bus lain yang secara fisik lebih jelek dan dari sikap awak bus menunjukkan tanda2 gak nyaman, awaknya kurang ramah. Ya sudahlah ..ternyata oper penumpang bukan cuma di Jakarta ya?. 

Entah apa yang terjadi dalam perjalanan. Aku benar2 pulas. Tau-tau dikagetkan dengan teriakan awak bus "wake up..! wake up!" dalam logat Vietnamese. Kaget. Kucek2 muka dan liat jam... ternyata jam 3 pagi ! Rupanya bus sdh tiba di terminal Long Bienh Hanoi. Gila, gak kebayang ngebutnya tadi nih bus, cuma 6 jam dari normal 8-9 jam. Penumpang diminta buru-buru turun karena bus akan melanjutkan perjalanan ke kota Hoi An. Busyet deh, hari gini? penumpang khususnya tujuan Hanoi pada bengong dikerjain sopir bus. Tengah malam di terminal yg sangat sepiiiii dan gelap, lampu jalan mati tiii ... cuma ada calo-calo taxi yg argonya siap menerkam. Calonya rada maksa dan tidak ada polisi. Aku sdh kapok kena scam 2 hr lalu di sini. 


Aku menghindari calo dan jalan terus keluar terminal dengan tujuan Old Quarter. Aku tak tau arah, kiri apa kanan atau lurus? aku terus melangkah saja mengikuti feeling dan 'bisikan Tuhan' menjauh dari terminal yang dalam sosiologi negara berkembang berkonotasi sebagai tempatnya kriminal, drug & sex abuse apalagi tengah malam buta geneh!. Satu dua kali taksi mendekat menawarkan jasa "sorry..no thanks" sambil senyum. Kucoba buka Hp.. alhamdulillah masih ada satu baris nyawanya. Kubuka Google Maps mencari jalan menuju May de Ville Hotel di Old Quarter. Aku terus berjalan kaki menembus pekat malam Hanoi nan sepi dan dingin. Kulalui pertokoan dan kantor2 yang sudah tutup. Di depanku berjarak 2 meter ada juga sepasang bekpeker muda, kami satu bus tadi, yang perempuan berasal dari Holland & pria dari Columbia. Aku pikir mereka tau jalan setidaknya punya gadget yang canggih eh malah liat panduan Google dari Hpku. Masih jauh? yaellah malah tanya aku...hufft! yang ceweknya kayaknya cemas tapi si cowok gak mau naik taksi, bokek kali hallaah..atau ingin seperti aku merasakan tantangan sensasi berjalan di tengah malam di negeri yang asing? kok samaan...hahahahah!.

(kalo jalan sendiri dinihari di sekitar danau Sunter, brani gak ya?)



Hoan Kiem Lake

Terminal Bus Long Bien (siang)

Kedua bekpeker ini jalannya cepat banget. Langkahnya panjang. Aku berupaya menjaga jarak tidak terlalu jauh agar kalau terjadi tindakan kriminal kami bisa saling menolong. Wuiih dari jarak 2 meter...4 meter...10 meter makin lama makin tak terkejar, bajuku sudah lepek oleh keringat. Akhirnya sampai juga di tepi danau Hoan Kiem yang rimbun tertata. Si Bule jalan terus, biarlaaah... Aku berhenti saja di tempat yang sepi di seberang sebuah bank, ransel kuletakkan di bangku taman; kujadikan senderan badan, selonjorin kaki dan ngaso berbaring di bawah sebuah pohon besar. Huffft kaos yang kupakai basah. Hampir jam 04.00, semilir angin dan air danau yang tenang bikin relaxing pikiran dan badan yang lelah...dari posisiku terlihat jembatan melengkung yang berwarna merah menyala dengan nama “The Huc Bridge”. Jembatan ini menghubungkan ke Ngoc Son Temple di tengah danau Hoan Kiem.  
Meski letih aku berupaya tetap fokus dan terjaga. Di tempat temaram dan sepi ini bukan setan atau jin penunggu danau yang kutakuti tapi 'setan yang dua kakinya' alias tukang todong, rampok...ngeri2 syeddaaap ini :)


The Huc Bridge 

Sisi Utara Danau Hoan Kiem Jam 03.40 pagi

15 menit kmudian badan mulai pulih. Nengok sebentar ke Google Maps, yok lanjuut jalan lagi menuju arah selatan danau. Naah di sini  rame muda mudi nongkrong begadang depan plaza danau. Aku terus melangkah ke arah hotel. Ternyata Google Maps tak dpt dipercaya 100%, buktinya aku nyasar menclok di depan ruko salon & spa yg sdh tutup. Di teras salon tampak ada sofa panjang, sebuah kipas angin besar di plafon masih berputar, lampu teras sudah dipadamkan tapi tidak ada Satpamnya. Ya sudah...aku masuk saja untuk ngaso. Aku menggumam bersyukur  : Ya Allah..Engkau baik banget deh, aku dibuat kesasar ke sini, rupanya  "disuruh" ngaso di teras salon ini, sofa dan kipas angin sudah disiapkan-Nya. Subhanallah Wal hamdulillah Walaa ilaaha illalah Wallahu akbar...

Jam 04-an sesekali raungan motor anak2 muda lewat. tak terasa aku tertidur sekitar satu jam di sofa, lumayaan ngilangin penat punggung memanggul ransel ukuran 40 liter sekitar 9 Kg ..
Setelah bangun, jalan masih sepi, satpam salon ini belum juga nongol, jalan lagi akh daripada ntar aku diinterogasi hahahah... kubuka Hp uhhh garis powernya sudah merah, bentar lagi matek. Kubuka google maps aha...May De Ville Hotel yang kutuju rupanya sudah di depan mata 100 meter lagi.



Alhamdulillah...sampai di hotel aku check in, charge Hp, tidur bentar reimagining energy... 
Jam 07.30 bangun mandi, titip ransel besar di loker hotel. Mestinya tersedia breakfast di hotel tapi aku harus buru-buru melangkah ke halte bis kota untuk naik bis yang menuju jalan tranh Quan Khai, pool  agen perjalanan yang akan membawaku siang ini berlayar dgn cruise ke Halong Bay 

Halte Bus, simpel banget ya..
Petikan hikmah Pejalan Mandiri
#  Kesendirian sewaktu traveling itu mengajarkan diri saya untuk lebih mencintai diri sendiri. Nyaman dengan diri sendiri sewaktu traveling itu gak gampang ! Hal ini cuma bisa kamu sadari ketika solo traveling, karena you can not count on anyone other than yourself. Dan hal ini menjadikan kamu untuk mengeksplor lebih jauh tentang diri kamu. Kalau kita sadari sebetulnya kita jarang banget memiliki kesempatan untuk betul-betul sendiri, waktu-waktu diam untuk berfikir reflektif. Di kantor sibuk dengan kerjaan dan orang kantor, di rumah harus dengan keluarga, dan sebagainya. Ketika berada di negara orang, sendirian, kamu akan benar2 sadar bahwa you are yourself best friend. You will learn to love own company, learn to love yourself little bit more...iyya nggaak !?




JIN DANAU HOAN KIEM HANOI JIN DANAU HOAN KIEM HANOI Reviewed by Sofyan Saleh on April 24, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]

Travel everywhere!