JIN DANAU HOAN KIEM HANOI
Tak lama kemudian bus lain juga mangkal. Semestinya
bis yang akan kutumpangi adalah Queen lagi. Entah mengapa saat mau jalan busnya
diganti. Penumpang dioper ke bus lain yang secara fisik lebih jelek dan dari sikap awak bus menunjukkan tanda2 gak nyaman, awaknya kurang ramah. Ya sudahlah ..ternyata oper penumpang bukan cuma di Jakarta ya?.
Aku menghindari calo dan jalan terus keluar terminal dengan tujuan Old Quarter. Aku tak tau arah, kiri apa kanan atau lurus? aku terus melangkah saja mengikuti feeling dan 'bisikan Tuhan' menjauh dari terminal yang dalam sosiologi negara berkembang berkonotasi sebagai tempatnya kriminal, drug & sex abuse apalagi tengah malam buta geneh!. Satu dua kali taksi mendekat menawarkan jasa "sorry..no thanks" sambil senyum. Kucoba buka Hp.. alhamdulillah masih ada satu baris nyawanya. Kubuka Google Maps mencari jalan menuju May de Ville Hotel di Old Quarter. Aku terus berjalan kaki menembus pekat malam Hanoi nan sepi dan dingin. Kulalui pertokoan dan kantor2 yang sudah tutup. Di depanku berjarak 2 meter ada juga sepasang bekpeker muda, kami satu bus tadi, yang perempuan berasal dari Holland & pria dari Columbia. Aku pikir mereka tau jalan setidaknya punya gadget yang canggih eh malah liat panduan Google dari Hpku. Masih jauh? yaellah malah tanya aku...hufft! yang ceweknya kayaknya cemas tapi si cowok gak mau naik taksi, bokek kali hallaah..atau ingin seperti aku merasakan tantangan sensasi berjalan di tengah malam di negeri yang asing? kok samaan...hahahahah!.
(kalo jalan sendiri dinihari di sekitar danau Sunter, brani gak ya?)
| Terminal Bus Long Bien (siang) |
Kedua bekpeker ini jalannya cepat banget. Langkahnya panjang. Aku berupaya menjaga jarak tidak terlalu jauh agar kalau terjadi tindakan kriminal kami bisa saling menolong. Wuiih dari jarak 2 meter...4 meter...10 meter makin lama makin tak terkejar, bajuku sudah lepek oleh keringat. Akhirnya sampai juga di tepi danau Hoan Kiem yang rimbun tertata. Si Bule jalan terus, biarlaaah... Aku berhenti
saja di tempat yang sepi di seberang sebuah bank, ransel kuletakkan di bangku taman; kujadikan senderan badan, selonjorin kaki dan ngaso berbaring di bawah sebuah pohon besar. Huffft kaos yang kupakai basah. Hampir jam 04.00, semilir angin dan air danau yang tenang bikin relaxing pikiran dan badan yang lelah...dari posisiku terlihat jembatan melengkung yang berwarna merah menyala dengan
nama “The Huc Bridge”. Jembatan ini menghubungkan ke Ngoc Son Temple di tengah danau Hoan Kiem.
Meski letih aku berupaya tetap fokus dan terjaga. Di tempat temaram dan sepi ini bukan setan atau jin penunggu danau yang kutakuti tapi 'setan yang dua kakinya' alias tukang todong, rampok...ngeri2 syeddaaap ini :)
![]() |
| The Huc Bridge |
![]() |
| Sisi Utara Danau Hoan Kiem Jam 03.40 pagi |
15 menit
kmudian badan mulai pulih. Nengok sebentar ke Google Maps, yok lanjuut jalan lagi menuju arah selatan danau. Naah di sini rame muda mudi nongkrong begadang depan plaza danau. Aku terus melangkah ke arah hotel. Ternyata Google Maps tak dpt dipercaya 100%, buktinya aku nyasar menclok di depan ruko salon & spa yg sdh tutup. Di teras salon tampak ada sofa panjang, sebuah kipas angin besar di plafon masih berputar, lampu teras sudah dipadamkan tapi tidak ada Satpamnya. Ya sudah...aku masuk saja untuk ngaso. Aku menggumam bersyukur : Ya Allah..Engkau baik banget
deh, aku dibuat kesasar ke sini, rupanya "disuruh" ngaso di teras salon ini, sofa dan kipas angin sudah disiapkan-Nya. Subhanallah Wal hamdulillah Walaa ilaaha illalah Wallahu akbar....
Jam 04-an sesekali raungan motor anak2 muda lewat. tak terasa aku tertidur sekitar satu jam di sofa, lumayaan ngilangin penat punggung memanggul ransel ukuran 40 liter sekitar 9 Kg ..
Setelah bangun, jalan masih sepi, satpam salon ini belum juga nongol, jalan lagi akh daripada ntar aku diinterogasi hahahah... kubuka Hp uhhh garis powernya sudah merah, bentar lagi matek. Kubuka google maps aha...May De Ville Hotel yang kutuju rupanya sudah di depan mata 100 meter lagi.
Alhamdulillah...sampai di hotel aku check in, charge Hp, tidur bentar reimagining energy...
Jam 07.30 bangun mandi, titip ransel besar di loker hotel. Mestinya tersedia breakfast di hotel tapi aku harus buru-buru melangkah ke halte bis kota untuk naik bis yang menuju jalan tranh Quan Khai, pool agen perjalanan yang akan membawaku siang ini berlayar dgn cruise ke Halong Bay
![]() |
| Halte Bus, simpel banget ya.. |
Petikan hikmah Pejalan Mandiri
# Kesendirian sewaktu traveling itu mengajarkan
diri saya untuk lebih mencintai diri sendiri. Nyaman dengan diri sendiri
sewaktu traveling itu gak gampang ! Hal ini cuma bisa kamu sadari ketika
solo traveling, karena you can not count on anyone other than yourself. Dan hal
ini menjadikan kamu untuk mengeksplor lebih jauh tentang diri kamu. Kalau kita
sadari sebetulnya kita jarang banget memiliki kesempatan untuk betul-betul
sendiri, waktu-waktu diam untuk berfikir reflektif. Di kantor sibuk dengan
kerjaan dan orang kantor, di rumah harus dengan keluarga, dan sebagainya. Ketika
berada di negara orang, sendirian, kamu akan benar2 sadar bahwa you are yourself
best friend. You will learn to love own company, learn to love yourself little
bit more...iyya nggaak !?
JIN DANAU HOAN KIEM HANOI
Reviewed by Sofyan Saleh
on
April 24, 2017
Rating:
Reviewed by Sofyan Saleh
on
April 24, 2017
Rating:








Tidak ada komentar