9 CATATan dalam CACATan Perjalanan Mengikuti Angin.

Satu.
Sering orang merasa heran dan bertanya:
- Ngapain sih kamu backpacking?
- Ngapain sih capek-capek jalan kaki?

- Nekad amat bepergian jauh sendiri? Gimana kalo tertimpa musibah anu, begini, begitu ? Gak takut?
- Apa sih yang kamu cari?
- Sayang lho duitnya dibuang-buang....
Otak, logika dan perasaan saya pun berputar, bercampur-aduk:
- Benarkah saya membuang-buang uang?
- Apa yang saya cari?
- Kenapa saya mau capek-capek backpacking?
Ketika saya menelisik ke dalam hati saya, jawaban yang saya temukan:
- Uang itu ternyata tak terbuang percuma, namun... dengan uang yang jumlahnya tidak seberapa, pengalaman yang saya dapat dari backpacking sudah sangat "memperkaya" diri saya.
- Apa yang saya cari? Entahlah. Sangat susah menjawabnya. Namun ketika melakukan perjalanan, saya "menemukan" diri saya...

Kok sendirian? Lho kenapa mesti takut? Saya yakin saya tak sendiri, bukankah Allah SWT selalu ada di sisi kita? Saya sudah sering mengalami masalah (dari dompet hilang, passpor hilang, nyasar, dsb) di jalan, di hutan, di laut, di gunung dan selalu ada orang baik yang dikirim Allah untuk menolong. Itu membuktikan Allah selalu mendampingiku.
- Capek walkin in the city, berjalan kaki pun tak sia-sia, karena... ada perasaan "penuh" dalam diri ketika menjelajah negara-negara yang baru pertama kali saya injak, kota-desa yang tak saya kenal, tiba di area tak jelas karena kesasar..., mendapatkan sahabat-sahabat baru dalam perjalanan saya.
Sulit memang menjelaskan "asyiknya" backpacking pada orang yang belum pernah merasakan atau mengalaminya. Jadi lebih baik menjawab: "Just do it"



Dari Selatan ke ujung Utara : Saigon. Hue. Hanoi. Halong. Sa Pa


                                   
                       KM Dorolonda. Dari Kaltim ke Pontoloan Palu


Air terjun Saluopa dlm hutan Tentena (Poso)


                                        Border Line Cambodia - Thailand











Temple of Literature - Kuil Sastra, Hanoi

Dua.
Backpacking  mengajarkan cara "menguasai " uang dgn menggunakannya seefektif mungkin. Menguasai diri ketika mengalami hal-hal yang tak terduga dan sikap mental pantang menyerah.
Saya mengirit dengan mengefektifkan penggunaan uang saya untuk sensasi-sensasi yang ingin saya nikmati. Saya menghindari masuk mall, tempat hiburan (semacam Universal Studio, Legoland) selain mahal, di Jakarta juga ada hehehhe... saya memilih mengunjungi situs-situs bersejarah, pasar tradisional, masuk ke tengah pendemo dan ikut demo di Bangkok, keluar masuk gang, menginap di desa dekat Angkor Wat yg gelap gulita, rumah jarang2, banyak anjing, tidur dalam kelambu di rumah panggung khas Kambodja- beratap rumbia beralaskan kayu seukuran 2.5 m x 2.5 m (diluar ekspektasi saya tapi sudahlah saya menikmati saja).
Penguasaan saya atas money mengantarkan saya ke tempat2 yang luarbiasa, eksotis..Alhamdulillah banget deh sama Allah SWT...

 

      menyusup ke tengah demonstran besar2an di Bangkok
Kalimantan Timur



Pasar Cho Dong Ba, Hue City

Menyusuri sungai Ogan Komering di Martapura naik "ferri"



Replika Menhir di Donggala Sulawesi Tengah


                     
Tiga.
Saya senangn masuk ke masjid, gereja, kuil yg legend. Di Pnom Penh saat waktu asar hampir habis, saya nyelonong saja ke rumah warga setempat minta ijin sholat musafir. Sholat  persis di depan tempat sembahyangnya mereka, lengkap dgn hio dan patung Budha.
Saat dari Palu akan ke Poso, setengah hari saya mencari bus malam yg akan ke Poso. Tidak ada. Mereka masih kuatir dgn situasi yang belum aman krn kelompok Santoso masih gentayangan. Akhirnya saya menemukan satu2nya minibus colt yang berani ke Kendari melintasi Poso (basis Muslim) dan Tentena (basis Nasrani). Jam 12 malam di perbatasan Palu- Poso minibus diberhentikan tentara gabungan di depan Polsek Parigi. Seluruh penumpang diminta turun lalu dicheck body, sementara petugas yg lain menggeledah minibus. Proses ini cukup memicu adrenalin (i love it!). Memasuki Poso dini hari, dari kaca jendela samar2 terlihat kerangka rumah-rumah yang habis dibakar dan dibiarkan terlantar. Bergidik membayangkan konflik Poso. Sekitar jam 03.00 minibus melintasi Tentena, basis Nasrani. Hampir tiap sekilometer ada gereja, tidak ada masjid. Sopir bertanya turun di mana? saya bilang turun di tempat yang aman. Oleh sopir saya diturunkan di SPBU Tentena. Alhamdulillah ada musholla. Segera saya sholat tahajud & tidur ayam menanti subuh. 
Jam 05.30 pagi saya berjalan kaki masuk ke desa Mosintuwu mencari rumah teman yg saya kenal dari facebook. Lian Gogali, Ia seorang Nasrani, wanita aktivis  kemanusiaan yang menjadi penggerak perdamaian dan pemulihan mental wanita dan anak korban konflik Poso.
   
                                                     Sky Cable Genting Highland

Jika kita berinteraksi dengan masyarakat setempat, kultur setempat, memahami kebiasaan berbeda dgn di tempat / negara kita. Hal yang membuat kita lebih bertoleransi dan menghargai perbedaan, menyadari bahwa ada orang2 yang lebih tidak beruntung, jadi lebih bersyukur  dan kadang berpikir enak juga ya hidup di Indonesia ?, di negara yang serba peraturan bisa dilanggar, sementara di negara maju melanggar peraturan kena penalti...:(



rental motor dari Bukit Tinggi ke Maninjau dan Singkarak


Nginap di rumah tradisional Kamboja di dusun yg gelap 


Tanah Lot


Stasiun KRL Batu Caves KL



Cruise to Phi Phi Island (lokasi shooting James Bond)


                                            Danau Toba, Sumatera Utara


                                  Menulis catatan perjalanan di dek kapal Pelni

                                              

                                         
Empat.
Oouyaah..keindahan masuk pasar adalah mendengarkan kicauan2 rakyat setempat, telinga saya biasa mendengar dialek Betawi di pasar Bengkok..dialek Banjar di pasar apung Samarinda eh di Saigon misalnya denger orang2 ngomong di dalam pasar seperti di kandang burung.."trang cao buk nom preng thong " "cao dunk tret tom prang trangk kung" senzazional....hahahaha
semua luar biasa nikmatnya!!!








Rumah Bambu, rumah perdamaian Islam - Nasrani Poso

AKB48 Tokyo

  Siem Reap


Halong Bay Cruise


Angkor Wat, Cambodia

Lima.
Backpacker-an tuh seru, kita dapat pengalaman baru di negeri orang / tempat baru, gak terikat dengan jadwal, bebas menentukan tempat tujuan, lari-larian kejar bus, baca map sambil tanya sana sini dengan bahasa inggris belepotan atau pake bahasa tubuh......


 
Masjid Kapitan Keling Penang




Toli-Toli 


Sarungan di Hue City, Vietnam Tengah

Menuju pegunungan karst Maros Sulsel




Enam.
Dalam ajaran agama malah dianjurkan berjalan di muka bumi untuk melihat kebesaran Allah. Orang yang sering bersilaturrahim (jalan2 cari kenalan atau teman yang baik dll) akan dipanjangkan umurnya, jadi sehat dan diampuni dosanya...ho'oh kaan?

Petikan kalimat hikmah dari Imam Ali KW : "Wahai anakku ! dunia ini bagaikan samudera dimana banyak ciptaan-Nya yang tenggelam. Maka jelajahilah dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai  nakhoda perjalananmu dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan."
                 

                     Haji Lane Street Singapore
                                        



           
Rammang2 Larts


Penjara di Hanoi, bukti kekejaman kolonial Prancis



MercyBenz Air Suspension, seat 2-2. Toraja !


Halong, kamu melihat dua ayam?




Di Manila, ditraktir Kelg Ust. Sultan dari Moro 


Bersama jamaah Moro di Musholla Veranda, Boracay Island


Tujuh.
Ketika berada di situs bersejarah, misalnya makam Hang Tuah di George Town, Benteng Sultan Hasanuddin, Cu Chi Tunnel (Perang Vietnam – Amerika), Masjid Kapiten Keling di Penang dsb, saya membiasakan duduk meditasi, menutup mata lalu melamun masuk ke dalam lorong waktu. Syukur2 bisa beneran menembus waktu kembali ke zaman dibangunnya Angkor Wat, atau tiba-tiba tersesat masuk ke dalam perang Uhud, peristiwa Karbala, atau tiba-tiba berada dalam perahu bersama tahanan Romusha menuju Suriname? atau misalnya tau-tau berada dalam perahu phinisi abad ke 17 bersama Karaeng Galesong yang menolak Belanda dlm Perjanjian Bongayya dan menuju Jawa membantu Trunojoyo. . Ini pengaruh senang membaca buku2  Sejarah. Waktu SD sy sering ke perpustakaan daerah yg menempati bangunan peninggalan Belanda. Buku yang paling saya suka baca adalah buku terjemahan berjudul “ Lorong Waktu” karya Lorna,... keinget terus ampe tuwek! Hahahah…



Vietkong @ Cu chi Tunnel 


Rambo, masihkah kau ngumpet di situ?


Dieng Plateau


Boracay Island Philippina mencari saudara Muslim Moro


Intramuros, jejak peninggalan Spanyol

        
                 Lokasi film Tomb Rider, Angelina Jollie                            Kampung Dayak Pampang

Delapan.
Duduk doang di kedai kopi pinggir jalan dekat Central Post  Saigon sambil minum es kopi Vietnam yg khas, atau duduk manis di taman di seberang Grand Palace Bangkok sambil mencicipi mangga okyong dan  makan martabak pikulan di emperan jalan kota Hanoi pernah saya lakuin, dan buat saya, that's the real vacation hehe...
Backpacker punya cara menarik tersendiri untuk menikmati getawaynya, because traveling is not about how far you go, but it's about how far you enjoy it..


   
                                                               Rumah/Museum HAMKA di Maninjau

Danau Poso tampak dari bukit 


Kete'  Kesu Toraja


         
            White Budha, Phuket                                    Aura mistis Toraja

Sembilan.
Dalam sebuah perjalanan, pasti kita pernah merasa bahwa tempat tujuan tak seindah gambaran, entah karena kelelahan atau lain hal. Saya tak tahu apa menariknya Boracay Island. Dari Manila terbang 1 jam dengan pesawat kecil tipe propheller / baling2 dengan 72 seat yang terisi setengahnya saja, sehingga effek turbulensi cukup kuat bikin nnegh. Saat sampai di Kalibo Intl airport, ingatan saya seketika terlempar pada lembaran The Alchemist, saat Santiago berjumpa pemilik toko kristal. Bahwa tujuan akhir hanya akan membawa kita kepada matinya keinginan.
Dan benar, ketika saya tiba di tempat ini matilah semua keinginan saya tentang Boracay Island, mati ti. Jadi, jangan pernah jadikan apapun pencapaian perjalanan kita sebagai tujuan akhir, semua hanyalah halte,drfez entah sampai kapan dan dimana. Justru di sepanjang halte-halte itulah menariknya, pesan Tuhan banyak terselip di sana.



Benh Tanh Market, Saigon


Canopy Bridge, Bukit Bangkirai Kalimantan




Peramal di depan Basilika Manila



Danau Singkarak, Minangkabau

   

                                                                        Big Budha, Phuket


                                                            Khai Dinh Tomb, Hue (Vietnam Tengah)

Yang lebih menarik buat saya adalah memperhatikan berbagai pose manusia yang mati-matian menutupi bebanan hidup (baca:sementara) di eks gereja Portugis, Intramuros. Gurat wajah, mata dan senyum adalah coretan takdir yang tak bisa menipu. 
Semoga setelah travelling kita semua selalu upgrading ilmu untuk menjadi jiwa yang lebih baik dan bermanfaat.

Terakhir, sekedar tips ya kalo ketemu scam, kalau lawan bicara kamu bicara pakai bahasa yang kamu nggak ngerti sambil marah-marah dan dia nggak ngerti bahasa Inggris, apalagi bahasa asli negara kamu, please feel free buat ngomel pakai bahasa kamu sendiri. Supaya lebih puas. Toh kamu mau pakai bahasa Inggris, bahasa Indonesia atau bahasa Makassar, dia tetep aja nggak ngerti khan?..heheheh..

 
                                                                              Desa Inoshaito, Fuji Mount
Phi phi Island






              Sudut Istana Maimoon Medan

Cathedral Manila


           


Masjid Baitul Muttaqien, Samarinda



Mari bersyukur, memohon semoga Allah mengecilkan dunia pada jangkauan kaki kita, dan lebih bersyukur lagi (semoga) Allah selalu mengecilkan segala pernak-pernik dunia di hati kita, agar hati tetap bersih berjalan di bumi-Nya. Bahwa travelling adalah bukan untuk pamer, sombong apalagi panas-panasan. Travelling adalah cara kita menjemputi tiap pesan Tuhan, untuk diri kita yang lebih baik.
Selamat memetik pesan dalam tiap perjalanan.

Money spend for traveling is last forever sampe akhir menutup mata…

Tabe' yaaa....


Panggil saja SS. Lelaki pengikut angin. Menyukai berdiam dan berjalan sendiri, Ali Bin Abi Thalib, bintang, warna biru, kopi dan kata-kata. Tidak suka hujan.


9 CATATan dalam CACATan Perjalanan Mengikuti Angin. 9 CATATan dalam CACATan Perjalanan Mengikuti Angin. Reviewed by Sofyan Saleh on September 20, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]

Travel everywhere!