RIHLAH MENURUT PERSPEKTIF ISLAM


      Bagi setiap orang, setiap keluarga tentu pernah merasakan kejenuhan atas kesibukan dan rutinitas sehari-hari yang dihadapinya. Seorang ibu rumah tangga yang saban hari bergelut dengan kesibukan rumah dan mengurus anak-anaknya. Seorang bapak yang setiap hari bergelut dengan pekerjaan menafkahi anak istrinya. Seorang anak sekolah yang bergelut dengan kesibukan belajarnya, dan sebagainya. Tentunya dengan aktivitas sehari-hari ada satu kondisi dimana manusia  merasa jenuh dan ingin “bebas” dari rutinitas dan ini fitrah manusia. 
   
   Rihlah adalah Hajatun Basyariah (kebutuhan) karena sebagai manusia kita membutuhkan refreshment baik terhadap jiwa maupun tubuh, refreshment inilah yang disebut rihlah atau lebih populer dgn sebutan traveling. Sebuah lembaga penelitian kesehatan di California, merilis bahwa tingkat biaya pengobatan bisa dikurangi sampai 20 % melalui program rekreasi dan fitness.
      
   Berarti Rihlah merupakan cara efektif untuk menghemat biaya pengobatan, karena biaya yang kita keluarkan untuk rihlah adalah salah satu investasi jangka panjang untuk memelihara kesehatan sambil melihat kebesaran Allah sekaligus bertambahlah keimanan kita, jadi selain sehat, berpotensi pula mendapatkan pahala,  Subhanallah...

Ha Long Bay, Hanoi (photo by ss)

Seorang tokoh dan cendekiawan Islam, Abu Abdullah Muhammad Ibn Battuta atau lebih dikenali sebagai Ibn Battuta, didaulat sebagai pengembara paling hebat dalam sejarah manusia. Beliau mengembara sejauh lebih kurang 117,000 kilometer selama hampir 30 tahun. Penjelajahannya meliputi daerah yang sekarang merupakan Afrika Barat hingga ke Pakistan, India, Maldives, Sri Lanka, Asia Tenggara dan China, jarak yang jauh lebih hebat dari Marco Polo yang hidup hampir seera dengan beliau.

Ibn Battutta yang berasal dari Maghribi memulai langkah pertama dalam pengembaraannya ketika hendak menunaikan Haji di Mekah saat berusia 24 tahun. Perjalanannya berlangsung selama 16 bulan dan sejak itu, beliau tidak menoleh ke belakang lagi dan meneruskan perjalanan menaklukkan dunia selepas mendapat gelaran "Haji".

Menurut Dr Abdul Hakam Ash-Sha’idi dalam bukunya berjudul Ar-Rihlatu fi Islami, Islam membagi Rihlah dalam lima kelompok:
  1. Bepergian untuk mencari keselamatan seperti hijrah yaitu keluar dari  daerah/negara  yang sedang konflik kemanusiaan, bencana.
  2. Bepergian untuk tujuan keagamaan seperti, menunaikan ibadah haji, menuntut ilmu, jihad   di jalan Allah, berziarah ke tempat-tempat mulia, mengunjungi kerabat atau saudara     karena Allah, dan bepergian untuk mengambil ibrah atau menegakkan kebenaran dan  keadilan.
  3. Bepergian untuk kemaslahatan duniawi seperti mencari kebutuhan hidup, mencari     nafkah. 
  4. Bepergian karena urusan kemasyarakatan seperti menengahi pertikaian, menyampaikan    dakwah, bermusyawarah.
  5. Bepergian untuk kepentingan turisme atau hobi semata.

photo by SS
Tujuan Rihlah

Dalam kehidupan manusia, Islam selalu menyerukan agar manusia dalam bepergian dan bergerak menghasilkan kebaikan dunia dan akhirat. Rihlah bukan sekadar untuk hiburan dan liburan. Dalam perjalanan, jangan lupa  memanfaatkan segala yang kita peroleh semasa di dalam perjalanan untuk lebih mendekatkan diri dengan Allah. Panjatkan rasa syukur setiap kali diberi peluang melihat ciptaan-Nya. Jangan pula Rihlah dicemarkan dengan perkara-perkara maksiat yang akhirnya merugikan diri sendiri karana dimurkai Allah.
Allah berfirman : “Katakanlah: Jelajahilah muka bumi ini dan lihatlah bagaimana akibat (yang menimpa) orang yang berdosa.” (Surah an-Naml, ayat 69)

Masjid Saigon, Vietnam Selatan (photo by ss)
Perjalanan para nabi dan kaum shalihin, adalah salah satu rekreasi diniyah yang mengandung banyak ibrah, pelajaran dan hikmah yang mendorong orang untuk terus mencapai dan mengejar kebaikan. Mereka adalah pembawa risalah di mana pun mereka berada dan seluruh risalah mereka itu pun dilakukan semata dengan izin Allah SWT, serta hanya bersandar kepada-Nya.

Etika Rihlah

  1. Niat baik mencari keridhaan Allah SWT.
  2. Ikhlas karena Allah
  3. Berakhlak mulia,
  4. Berhati-hati dan cermat,
  5. Tidak dicampuri dengan kemaksiatan
  6. Selalu minta pertolongan kepada Allah SWT.
  7. Sesudah bepergian setiap muslim disunnahkan untuk shalat sunnah dua rakaat.
    Dari Ka`Ab bin Malik RA. berkata: Nabi SAW jika tiba dari bepergian biasanya mendahulukan masuk ke masjid dan sholat dua raka`at di dalamnya.” (HR Bukhary, Muslim).
  8. Rihlah dapat dilakukan secara solo atau beramai-ramai. Jika rombongan maka Sunnah mencari dan mengangkat seseorang sebagai pemimpin rombongan.
    Dari Abu Said dan Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: Jika keluar dalam bepergian harus mengangkat salah seorang sebagai pemimpin rombongan.” (HR Abu Dawud).
  9. Lalu, agar rihlah berjalan sesuai niat dan membuahkan hasil yang efektif, maka diperlukan persiapan biaya, medis serta pengetahuan daerah yang akan dituju.
Masjid Sultan, SG
Kamakura, Jepang

Nilai-nilai Islam perlu dibawa dan dijaga ketika mengembara. Hindari diri terjebak dengan aktivitas tidak baik di tempat orang. Allah berfirman : "Ditimpakan kehinaan di mana saja mereka berada, melainkan mereka yang menjaga hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia". (Surah Ali Imran, ayat 112)

Hikmah Rihlah
Hikmah rihlah bukan hanya menambah ikatan cinta antar anggota masyarakat karena saling kunjung mengunjungi tapi juga memperdalam ketaatan kepada Allah.
Afalam yasiiruu fiil ardhi fayanzhuruu kaifa kaana ‘aaqibatul-ladziina min qablihim dammarallahu ‘alaihim walilkaafiriina amtsaaluhaa;
“Maka tidakkah mereka mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka ; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.” (QS. Muhammad :10).


Pejuang Moro di Golden Mosque Manila (photo bySS)
Manfaat Rihlah
Pekerjaan yang menumpuk, tidak ada waktu, tak punya budget, harus mengurus keperluan anak, punya berbagai aktivitas sehari-hari yang harus diselesaikan dan puluhan alasan lainnya, selalu saja membuat kita berpikir dua kali untuk melakukan Rihlah, memulai sebuah perjalanan jauh menjelajah kota lain atau mungkin negara lain.
Padahal, rihlah memiliki banyak sekali manfaat jika dilakukan dengan niat dan tujuan yang baik.
Perpustakaan Masjid Jabal Arafah, Batam

1. Kesehatan Jasmani
Rihlah bagi seorang muslim bukanlah berorientasi berhura-hura untuk menyenangkan hati belaka. Tetapi rihlah adalah salah satu kiat dalam menjaga kesehatan dan memelihara jasmani agar bisa menjadi seorang muslim yang kuat mental...

Di saat Rihlah, kita terbebas dari pekerjaan keseharian yang mungkin menimbulkan stres pada tubuh yang berakibat ketidak seimbangan hormon dalam tubuh dan  lebih jauh pada melemahnya ketahanan tubuh. Maka dengan rihlah diharapkan kita bisa relaks dan mengendurkan ketegangan atau stress yang ada, sehingga keseimbangan hormon kembali normal.
2. Keuntungan Ekonomi
Rihlah tak selalu harus mengeluarkan biaya besar untuk ke tempat-tempat wisata. Akan tetapi untuk mendapatkan suasana baru, acap kali kita dituntut untuk mengeluarkan sedikit uang di tempat rekreasi. Di tempat wisata, tak dapat dipungkiri kita akan mendistribusikan rizki kepada orang-orang yang mencari rizki di sekitar tempat wisata. Biaya rihlah dapat dipikirkan sebagai langkah preventif dari pengobatan penyakit, yang di masa sekarang makin melambung biayanya. Maka keuntungan secara ekonomi ini, tak hanya dimiliki oleh kita semata tapi pula oleh orang-orang lainnya.
Ha Long Bay, Vietnam Utara

3. Keuntungan Terhadap Lingkungan dan Hubungan Antar Pribadi
Komunikasi suami istri yang macet karena kesibukan istri mengurus rumah tangga, suami yang sibuk dengan bekerja di luar rumah, lewat rihlah  dapat terobati. Tak jarang pula lewat rihlah konflik antara orang tua dan anak yang menjelang remaja karena komunikasi yang macet dapat terobati. Suasana berbeda yang dihadirkan saat rihlah, membuat kita bisa bebas mengemukakan perasaan dan ganjalan-ganjalan yang mungkin tak sempat kita komunikasikan kepada suami/istri kita di saat-saat biasa. Mungkin karena kesibukan ataupun kelelahan masing-masing pihak. Segala sumbatan komunikasi antar pihak dapat mencair melalui suasana santai yang dihadirkan saat rihlah.
Bocah Moro di musholla, Boracay Island

Rihlah bersama rekan sejawat dan saudara kita sesama muslim  akan meningkatkan hubungan silaturahmi antar keduanya. Apalagi jika dalam rihlah kita bisa saling bantu membantu untuk mempersiapkan keperluan rihlah, tentu ini akan meningkatkan rasa kerja sama dan ukhuwah di antara kita.
 4. Keuntungan Psikologi 
Keuntungan psikologi atau ruhiah erat kaitannya dengan kesehatan tubuh. Dalam rihlah kita mengendurkan urat saraf dan mengembalikan keseimbangan hormon, yang erat kaitannya dengan kondisi psikologis seseorang. Apalagi jika dalam rihlah, kita  sekalian bertafakur mengagumi kebesaran Allah. Dengan rihlah kita menemukan banyak hal dan pengalaman baru yang menjadikan hati kita kaya dan mampu berbelas kasih pada sesama yang kekurangan, setelah kita disibukkan oleh berbagai kegiatan yang kadang mematikan hati kita.

Kesimpulannya: Rihlah itu penting dan perlu. 
Mengutip kalimat bijak dari Imam Ali RA :
Wahai anakku ! dunia ini bagaikan samudera di mana banyak ciptaan-Nya yg tenggelam. Maka jelajahilah dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal2 yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai  nakhoda perjalananmu dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan”.

     
Masjid Kapitan Keling (1801) George Town         Masjid Krue Se (1564) Pattani



Cami Mosque, Japan


     
Suku minoritas Black Hmong di Sapa, border pass China - Vietnam Utara


END
RIHLAH MENURUT PERSPEKTIF ISLAM RIHLAH MENURUT PERSPEKTIF ISLAM Reviewed by Sofyan Saleh on Mei 29, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]

Travel everywhere!