MAKASSAR Explore D' East I
PROLOG, Pro-loe-gue..
Perjalanan ini bermula dari rindu yang mendalam dan semangat untuk menyusuri kembali jejak kenangan di Timur Indonesia. Dalam petualangan bertema Explore To The East, kota pertama yang aku pilih adalah Makassar, tanah kelahiran yang sudah puluhan tahun kutinggalkan. Sebuah awal yang penuh arti sebelum melanjutkan langkah menuju Papua, Ternate, Ambon, dan Banda.
Makassar, kota yang menyimpan cerita masa kecilku, adalah tempat di mana aku lahir dan dibesarkan. Setelah menyelesaikan SMA, aku memilih untuk merantau ke Jakarta, meninggalkan rumah dan keluarga demi meraih mimpi. Kini, saat kembali, ada rasa haru dan kerinduan yang menyeruak, bercampur dengan kenangan akan jasa almarhum Ayah dan Ibu yang mengajarkan arti kehidupan.
Kota ini kini terasa berbeda. Banyak hal telah berubah, mulai dari wajah kotanya hingga dinamika budayanya. Namun, bagi seorang petualang, perubahan inilah yang memanggil untuk dijelajahi. Dalam perjalanan ini, aku akan menyusuri perkembangan kota, mempelajari kembali budayanya, dan tentu saja menemukan keindahan wisata alam dan budaya yang menjadi daya tarik Makassar.
Explore To The East bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati untuk memahami akar, mengenang, dan menemukan makna baru di setiap tempat yang kutapaki. Ini adalah cerita tentang mengenal masa lalu, menyambut perubahan, dan menghidupkan kembali semangat petualangan.
Mari kita menjelajahi Landmark Ikonik
1. CENTER POINT OF INDONESIA
Center Point of Indonesia Titik Nol Indonesia, terletak di Tanjung Bunga, adalah titik pusat geografis Indonesia. Ini adalah lokasi yang menandakan pusat dari seluruh kepulauan Indonesia.
- Aktivitas: Nikmati pemandangan panorama, ambil foto di area landmark CPI, dan riset lebih lanjut tentang signifikansi geografi tempat ini.
2. BENTENG ROTTERDAM
Benteng Rotterdam, yang terletak di pesisir pantai Makassar, Sulawesi Selatan, adalah salah satu peninggalan bersejarah yang menjadi ikon kota ini. Awalnya, benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' Kallonna, sebagai benteng pertahanan Kesultanan Gowa-Tallo. Nama aslinya adalah Benteng Ujung Pandang, sesuai dengan lokasi tempat benteng ini berdiri.
Benteng ini terbuat dari tanah liat pada awal pembangunannya, tetapi kemudian Raja Gowa ke-14, Sultan Alauddin, memperkuatnya dengan batu padas yang berasal dari Pegunungan Karst di sekitar Maros. Benteng Ujung Pandang berfungsi sebagai pusat pertahanan dan simbol kekuatan Kesultanan Gowa yang saat itu merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara.
Namun, pada tahun 1667, setelah Perjanjian Bongaya, benteng ini jatuh ke tangan Belanda. Cornelis Speelman, seorang pemimpin Belanda, memerintahkan renovasi benteng dan mengganti namanya menjadi Fort Rotterdam, sebagai bentuk penghormatan kepada kota kelahirannya di Belanda. Benteng ini kemudian menjadi pusat administrasi dan pertahanan Belanda di kawasan timur Nusantara.
Benteng Rotterdam memiliki desain arsitektur berbentuk menyerupai penyu yang sedang merangkak ke laut. Karenanya masyarakat Makassar menyebut juga namanya Benteng Pannyua. Bentuk ini melambangkan filosofi Kesultanan Gowa sebagai kekuatan yang berakar di darat tetapi memiliki dominasi di lautan. Kini, benteng ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang penting di Makassar, menyimpan banyak artefak budaya di Museum La Galigo yang berlokasi di dalam kompleksnya.
Benteng Rotterdam adalah saksi bisu perjalanan panjang sejarah Makassar, dari kejayaan Kesultanan Gowa hingga era kolonial Belanda, yang tetap berdiri kokoh sebagai simbol kekuatan dan identitas budaya Sulawesi Selatan.
Benteng Rotterdam memiliki sejarah panjang, termasuk menjadi pusat kekuasaan Belanda di Sulawesi dan tempat penting selama masa penjajahan. Kini, benteng ini berfungsi sebagai museum yang memamerkan berbagai koleksi sejarah dan budaya daerah Makassar. Benteng ini menjadi salah satu situs warisan sejarah yang penting dan menjadi daya tarik wisata di Makassar.
3. BENTENG SOMBA OPU
Benteng Somba Opu adalah salah satu peninggalan bersejarah yang menjadi simbol kejayaan Kesultanan Gowa pada abad ke-16. Benteng ini dibangun pada tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna, sebagai pusat pemerintahan sekaligus benteng pertahanan Kesultanan Gowa.
Benteng ini berlokasi di tepi Sungai Jeneberang, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan posisi strategis yang memungkinkan kontrol terhadap aktivitas perdagangan di wilayah tersebut. Sebagai kerajaan maritim yang besar, Kesultanan Gowa menggunakan Somba Opu untuk melindungi pelabuhan dan jalur dagang penting di kawasan Nusantara.
| Butir Perjanjian Bungayya |
Benteng ini terkenal karena kekuatannya. Dindingnya yang kokoh terbuat dari batu padas dengan ketebalan mencapai 2 meter dan tinggi hingga 7 meter. Di dalamnya terdapat istana, tempat tinggal bangsawan, serta fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan dan masjid.
Pada masa kejayaannya, Benteng Somba Opu menjadi pusat perdagangan internasional, tempat para pedagang dari Arab, India, Tiongkok, dan Eropa bertemu untuk melakukan transaksi rempah-rempah dan komoditas lainnya. Namun, benteng ini juga menjadi saksi perlawanan sengit antara Kesultanan Gowa dan Belanda.
Pada tahun 1669, setelah perlawanan panjang, benteng ini akhirnya jatuh ke tangan VOC (Belanda) di bawah pimpinan Cornelis Speelman. Setelah penaklukannya, benteng ini dihancurkan oleh Belanda untuk menghilangkan simbol kekuatan Kesultanan Gowa. Puing-puing benteng kemudian terkubur dalam lumpur selama berabad-abad.
Pada tahun 1980-an, benteng ini ditemukan kembali melalui upaya ekskavasi dan direstorasi sebagian oleh pemerintah Indonesia. Saat ini, Benteng Somba Opu menjadi situs sejarah yang dilengkapi dengan kompleks miniatur rumah adat dari berbagai etnis di Sulawesi Selatan, menjadikannya pusat edukasi budaya dan sejarah yang penting bagi generasi masa kini.
Benteng Somba Opu adalah simbol perlawanan dan kejayaan Kesultanan Gowa, mengingatkan kita pada kekuatan maritim Nusantara dan perjuangan melawan kolonialisme.
Karaeng Pattingalloang
Karaeng Pattingalloang, yang memiliki nama lengkap I Mangadacinna Daeng Sitaba Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang, adalah seorang bangsawan sekaligus ilmuwan besar dari Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan pada abad ke-17. Ia lahir pada tahun 1600-an dan merupakan seorang intelektual yang sangat dihormati pada masanya.
Keilmuan dan Pemikiran
Karaeng Pattingalloang memiliki ketertarikan besar terhadap berbagai bidang sains, termasuk matematika, astronomi, geografi, dan filsafat. Ia fasih dalam beberapa bahasa, termasuk Latin, Arab, Portugis, dan Spanyol. Ini memungkinkan dia untuk mengakses literatur ilmiah dari berbagai peradaban.
Ia memimpin proyek penerjemahan karya-karya besar Barat ke dalam bahasa lokal dan Arab agar bisa dipelajari oleh masyarakat Gowa. Karaeng Pattingalloang bahkan memesan globe raksasa dari Belanda untuk mempelajari dunia, yang mencerminkan minatnya terhadap geografi dan navigasi.
Diplomasi dan Hubungan Internasional
Di bawah kepemimpinan Karaeng Pattingalloang, Gowa menjadi kerajaan maritim yang menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara, termasuk Spanyol, Portugal, dan Belanda. Ia mendukung penyebaran teknologi dan ilmu pengetahuan dari Eropa ke Nusantara, sembari menjaga identitas budaya dan agama Islam yang kuat.
Warisan
Karaeng Pattingalloang dianggap sebagai salah satu figur intelektual terbesar di Asia Tenggara pada zamannya. Kepemimpinannya tidak hanya memperkuat posisi Gowa sebagai pusat perdagangan dan kekuatan maritim, tetapi juga menjadikan kerajaan ini sebagai pusat keilmuan yang dihormati.
Ia meninggal pada tahun 1654, tetapi pemikirannya tetap dikenang sebagai inspirasi bagi generasi penerus, terutama dalam hal integrasi ilmu pengetahuan, agama, dan budaya. Karaeng Pattingalloang adalah bukti bahwa Indonesia pernah memiliki tokoh yang mampu memadukan intelektualitas dengan kepemimpinan dalam skala global.
4. MAKAM PANGERAN DIPONEGORO
Makam Pangeran Diponegoro terletak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tepatnya di kompleks pemakaman Jalan Diponegoro, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo. Pangeran Diponegoro adalah pahlawan nasional Indonesia yang memimpin Perang Jawa melawan Belanda (1825–1830).
Makassar adalah tempat pengasingan terakhir sang putra mahkota Sri Sultan Hamengkubuwono III ini. Usai melakukan perang gerilya selama sekitar lima tahun terhadap Belanda dan sekaligus pemerintahan Keraton Yogyakarta, Pangeran Diponegoro berhasil ditangkap oleh Belanda. Kemudian Belanda membuangnya ke Manado. Terakhir ia hidup dalam wilayah perasingan di Makassar selama 21 tahun bersama salah satu istri, RA.Ratu Ratna Ningsih dan beberapa anak cucunya. Pangeran Diponegoro lahir di Yogyakarta 11 November 1785 dan meninggal di Benteng Rotterdam Sulsel pada 8 Januari 1885. .
Makam ini telah dijadikan salah satu situs sejarah yang dikelola oleh pemerintah dan terbuka untuk umum. Kompleks makamnya sangat sederhana, namun bersejarah. Terdapat pula beberapa anggota keluarga Pangeran Diponegoro yang dimakamkan di area ini.
Makam tersebut sering dikunjungi oleh wisatawan, terutama untuk mengenang jasa-jasa Pangeran Diponegoro dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda.
5. PANTAI LOSARI
Pantai ini adalah ikon Makassar dan terkenal dengan pemandangan matahari terbenamnya yang menakjubkan. Terletak di jantung kota, Pantai Losari adalah tempat yang ideal untuk bersantai. Berikut adalah beberapa informasi tentang keindahan dan daya tarik Pantai Losari:
a. Pantai Losari dikenal dengan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler. Pengunjung sering datang ke sini untuk menikmati panorama sunset yang menawan di sepanjang garis pantai.
b. Lokasi Strategis, terletak di pusat kota Makassar, Pantai Losari sangat mudah diakses dan sering menjadi tempat berkumpul bagi warga lokal dan wisatawan.
c. Fasilitas dan Aktivitas, Pantai ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk trotoar yang nyaman untuk berjalan-jalan, area bersantai, dan beberapa kios makanan dan minuman. Anda bisa menikmati berbagai kuliner lokal yang dijual di sepanjang pantai, seperti pisang epe dan Coto Makassar.
d. Anjungan Pantai Losari, Anjungan ini adalah area khusus yang dirancang untuk memberikan pemandangan terbaik dari Pantai Losari. Dengan desain yang modern, anjungan ini sering menjadi tempat favorit untuk bersantai dan menikmati panorama laut serta matahari terbenam. Di sini, pengunjung juga dapat berfoto dan menikmati suasana pantai dengan lebih nyaman.
- Aktivitas : Nikmati sunset, jalan-jalan di tepi pantai, atau duduk santai sambil menikmati suasana. Jangan lupa mencoba kuliner khas di sekitar pantai.
6. Rammang-Rammang
Rammang-Rammang adalah sebuah destinasi wisata alam yang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sekitar 40 km dari Kota Makassar. Rammang-Rammang terkenal karena kawasan pegunungan karst yang luas, yang merupakan salah satu area karst terbesar di dunia. Pemandangan karst yang unik ini terbentuk dari batuan kapur yang mengalami erosi selama jutaan tahun, menciptakan formasi batuan dramatis, gua-gua, dan sungai bawah tanah.
.jpg)
Beberapa atraksi utama di Rammang-Rammang antara lain:
1. Taman Batu Karst: Area yang penuh dengan formasi batuan karst yang unik.
2. Sungai Pute: Pengunjung dapat menyusuri sungai ini dengan perahu tradisional untuk menikmati pemandangan karst yang indah.
3. Gua Bulu’ Barakka: Gua ini memiliki lukisan prasejarah yang menarik.
4. Kampung Berua: Sebuah desa kecil di tengah kawasan karst yang menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan dan kehidupan pedesaan yang tenang. Kalau mau merasakan sensasi nginap tanpa listrik tanpa sinya di sini seperti saya, bisa hubungi Daeng Bella.
Rammang-Rammang adalah destinasi yang cocok bagi pecinta alam, fotografi, dan mereka yang mencari ketenangan di tengah keindahan alam yang eksotis.
7. WISATA RELIGI
a. Masjid 99 Kubah,
Terletak di kawasan Center Point of Indonesia) Makassar, adalah sebuah masjid yang sangat mengesankan dengan arsitektur yang unik. Berikut adalah beberapa detail mengenai masjid ini.
Memiliki 99 kubah, sesuai dengan jumlah nama-nama Allah dalam ajaran Islam. Desainnya yang megah dan futuristik menjadikannya salah satu landmark penting di Makassar.
Masjid 99 Kubah dibangun atas inisiatif dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya di bawah kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo pada masa itu. Pembangunannya merupakan salah satu proyek besar yang dimaksudkan untuk menjadi simbol kebanggaan dan pusat aktivitas keagamaan di Sulawesi Selatan.
Selain arsitekturnya yang menawan, Masjid 99 Kubah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, termasuk area parkir yang luas dan ruang serbaguna.
Masjid ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi mereka yang berada di Makassar, baik untuk tujuan ibadah maupun untuk menikmati keindahan arsitekturnya.
b. Masjid Raya Makassar
Masjid Raya Makassar, salah satu masjid terbesar di Sulawesi Selatan, memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan semangat keislaman masyarakat Makassar pasca-kemerdekaan Indonesia. Dibangun pada masa-masa awal kemerdekaan, masjid ini menjadi simbol kebangkitan spiritual dan budaya di wilayah tersebut.
Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1948, hanya tiga tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pembangunannya diprakarsai oleh sejumlah tokoh masyarakat dan ulama Makassar yang ingin mendirikan masjid megah sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus simbol kemajuan Islam di Sulawesi Selatan.
Pembangunan masjid ini didukung oleh Gubernur Sulawesi Selatan pada saat itu, Dr. Sam Ratulangi, serta berbagai lapisan masyarakat. Mereka bergotong royong, baik dengan menyumbangkan tenaga maupun dana, untuk merealisasikan proyek besar ini.
Masjid Raya Makassar diresmikan pada tahun 1949, menjadikannya salah satu masjid penting yang dibangun pada awal era kemerdekaan. Peresmiannya ditandai dengan penggunaan masjid ini untuk salat berjemaah dan berbagai kegiatan keagamaan.
Masjid ini dirancang oleh arsitek Muhammad Luthfi, dengan gaya arsitektur yang menggabungkan elemen tradisional dan modern. Kubah besar yang khas dan dua menara tinggi menjadi ciri utama masjid ini. Batu karang digunakan sebagai bahan utama bangunan, mencerminkan kearifan lokal dalam pembangunannya.
Seiring waktu, masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi untuk menambah kapasitas dan memperkuat struktur. Pada awalnya, masjid ini hanya mampu menampung sekitar 1.500 jemaah, tetapi setelah renovasi besar-besaran, kapasitasnya meningkat hingga lebih dari 10.000 jemaah.
Masjid Raya Makassar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan Islam, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Masjid ini sering menjadi lokasi acara besar seperti pengajian akbar, peringatan hari-hari besar Islam, dan juga kajian-kajian keilmuan.
Sebagai salah satu ikon religius dan budaya di Sulawesi Selatan, Masjid Raya Makassar melambangkan semangat keislaman masyarakat Makassar serta persatuan umat dalam membangun kehidupan yang lebih baik.Makassar
c. Masjid Raya Al Markaz Al Islami Makassar
Masjid Al-Markaz Al-Islami adalah salah satu masjid terbesar dan paling megah di Indonesia Timur. Masjid ini didirikan pada tahun 1994 atas prakarsa Jenderal M. Jusuf, mantan Panglima ABRI yang berasal dari Sulawesi Selatan, sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan Islam.
Pembangunan masjid ini melibatkan arsitek Firdaus Sutan Nasution, yang mengadopsi gaya arsitektur Islam modern dengan sentuhan lokal Bugis-Makassar. Masjid ini terinspirasi oleh desain Masjid Nabawi di Madinah, dengan luas kompleks mencapai 10 hektar dan kapasitas lebih dari 10.000 jemaah.
Masjid Al-Markaz menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan budaya Islam, dilengkapi dengan fasilitas seperti perpustakaan, pusat kajian, dan ruang serbaguna. Masjid ini juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Makassar sebagai pusat peradaban Islam di kawasan timur Indonesia.
- Aktivitas : Jelajahi arsitektur megah masjid, ambil foto, dan jika memungkinkan, saksikan aktivitas keagamaan. Hargai desain arsitektur yang indah dan suasana damai di dalam masjid.
8. WISATA KULINER MAKASSAR
Makassar terkenal dengan masakannya yang lezat dan bervariasi. Beberapa hidangan khas yang tidak boleh dilewatkan termasuk Coto Makassar, Sop Konro, Sop Saudara, Mie Hokian, aneka ikan bakar dan Pisang Epe, Es Pisang Ijo, Es Pallubutung. dsb
Rekomendasi Tempat Makan:
- Coto Ranggong : Nikmati Coto Makassar, hidangan berbahan daging sapi dengan kuah bumbu 40 macam rempah !.
- Konro Karebosi : Namanya sudah terkenal seantero Nusantara. Tempat ideal untuk mencoba Konro, sup iga bakar dengan kuah kental.
- Pisang Epe 99 : Coba Pisang Epe, pisang bakar dengan siraman saus khas dgn topping durian, nangka.
- Mie Titi, Sop Ubi, Ikan Bakar Paotere, Ikan Bakar Andalas, RM Dinar, dan buanyaak lagi lainnya. Seleramu pasti terpuaskan...
- Bukan hanya makanan saja yang banyak dijumpai di Ibukota Sulawesi Selatan ini beragam warung kopi legendaris banyak bertebaran ditemukan dikota ini. Sebagian orang Makassar punya kebiasaan nongkrong di warung kopi. Tua, muda, pejabat hingga pelajar bisa duduk di tempat yang sama menikmati hidangan yang disajikan. Tak jarang, anak-anak juga datang bersama orang tua mereka.
Maka tak heran jika di seluruh ruas jalan, berbagai kedai kopi dan warkop bisa ditemui dengan mudah. Semua memiliki langganannya sendiri. Bahkan di saat pandemi sekalipun, pelanggan tetap datang sembari mematuhi protokol kesehatan.
Kendati demikian, ada empat tempat yang dianggap sebagai pelopor warung kopi di Makassar. Usia tua membuat semuanya sarat nilai sejarah. Mereka pula saksi bisu perkembangan Kota Anging Mammiri hingga menjadi kota metropolitan seperti sekarang.
| Phoenam |
| Dottoro' |
| Azzahra |
| Kopi Lawas |
| Kopi Turki |
![]() |
| Pallubasa Serigala |
![]() |
| Kapurung |
| Jalangkote' |
Belanja Oleh2/souvenir Khas Makassar
Jalan Somba Opu di Makassar adalah salah satu pusat perbelanjaan terkenal, khususnya untuk mencari aneka oleh-oleh khas Makassar dan Sulawesi Selatan. Di sepanjang jalan ini, terdapat banyak toko yang menawarkan berbagai jenis produk oleh-oleh yang menarik. Beberapa jenis oleh-oleh yang bisa ditemukan di sana antara lain:
1. Kain Tenun dan Songket : Terdapat banyak toko yang menjual kain tradisional khas Sulawesi Selatan, seperti kain tenun Toraja dan songket Bugis.
2. Perhiasan Emas dan Perak : Jalan Somba Opu juga terkenal sebagai pusat perhiasan, di mana banyak toko emas dan perak yang menjual perhiasan dengan desain khas Makassar.
3. Makanan Khas Makassar : Beragam makanan oleh-oleh seperti kue-kue tradisional (kue kering, barongko, kue lapis), abon ikan, sambal khas Makassar, dan camilan lainnya bisa ditemukan di banyak toko oleh-oleh.
4. Minyak Gosok Cap Tawon : Salah satu produk lokal yang terkenal dari Makassar, sering dijadikan oleh-oleh karena khasiatnya yang melegenda sebagai minyak penghangat tubuh.
5. Kopi Toraja : Kopi dari dataran tinggi Toraja sangat terkenal, dan tersedia di banyak toko dengan berbagai macam kemasan, baik bubuk maupun biji.
6. Cinderamata Khas Makassar : Terdapat berbagai toko yang menjual cinderamata seperti miniatur kapal Pinisi, gantungan kunci, ukiran kayu, dan kerajinan tangan khas daerah.
Jalan Somba Opu adalah tempat yang wajib dikunjungi untuk wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh khas dari Makassar dengan beragam pilihan dan harga yang bervariasi.
| Legend Sirop DHT |
Ayam Jantan Dari Timur
Makassar disebut oleh Belanda dengan julukan "Heet haantjes van het Oosten", yang berarti "Ayam Jantan dari Timur", karena beberapa alasan historis dan kultural yang mencerminkan semangat keberanian, ketangguhan, dan perlawanan masyarakat Makassar terhadap kekuasaan kolonial. Berikut adalah alasan di balik julukan tersebut:
Perlawanan terhadap VOC
Makassar, khususnya di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin (yang juga dijuluki Ayam Jantan dari Timur), menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Sultan Hasanuddin adalah raja Gowa ke-16 yang memimpin perlawanan sengit melawan VOC pada abad ke-17. Ketangguhan dan semangat juangnya membuat VOC kesulitan untuk menguasai wilayah tersebut sepenuhnya.Strategis sebagai Pusat Perdagangan
Pada masa itu, Makassar adalah pusat perdagangan di kawasan Timur Indonesia, dengan pelabuhan yang sangat sibuk dan makmur. Kota ini menarik banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia, termasuk Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Kejayaan ekonomi ini mencerminkan karakter Makassar yang kuat dan penuh daya saing, layaknya "ayam jantan" yang gagah.Keberanian dan Ketangguhan Orang Makassar
Orang-orang Makassar dikenal sebagai pelaut ulung, pemberani, dan berjiwa bebas. Keberanian mereka menghadapi tantangan di lautan maupun dalam perjuangan melawan kolonialisme menjadi salah satu ciri khas yang dikagumi sekaligus ditakuti oleh Belanda.Makna Kiasan dalam Bahasa Belanda
Dalam kiasan bahasa Belanda, "haantje" atau ayam jantan sering merujuk pada sesuatu yang gagah, berani, dan penuh semangat. Julukan ini menjadi metafora atas karakter masyarakat Makassar yang tak mudah tunduk dan memiliki semangat perjuangan yang tinggi.
Julukan ini tidak hanya mencerminkan sejarah perjuangan Makassar tetapi juga melambangkan semangat kemandirian dan ketangguhan masyarakatnya hingga kini. Makassar tetap menjadi salah satu kota penting di Indonesia yang kaya akan warisan budaya dan sejarahnya.
- Transportasi : Gunakan taksi atau ojek online untuk kemudahan perjalanan antar destinasi.
- Cuaca : Makassar memiliki iklim tropis, jadi siapkan pakaian ringan dan perlindungan dari sinar matahari.
- Bahasa : Bahasa Indonesia adalah bahasa utama, tetapi beberapa orang mungkin menggunakan bahasa lokal Melayu ala Makassar atau bahasa daerah Makassar atau Bugis.
Selamat menikmati perjalanan ke Makassar! Semoga catatan ini membantu teman2 yang ingin menjelajahi keindahan dan keunikan kota ini.
Reviewed by Sofyan Saleh
on
November 24, 2024
Rating:


.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)




.jpg)
.jpg)

Tidak ada komentar