GEOSITE STONE GARDEN, Dasar lautan yang menjadi Gunung
Saya meninggalkan rumah pasca sholat subuh untuk menuntaskan keinginan tahu saya yang lebih lengkap tentang Geosite Stone Garden di sebuah situs traveling. Selama ini saya, meski pernah kuliah di Bandung dan pernah magang di pabrik kertas Padalarang, sama sekali tidak mengetahui keberadaan situs ini. Referensiku tentang Padalarang sama seperti orang kebanyakan bahwa Padalarang Bandung Barat adalah sebatas pabrik kertas, pabrik gerabah/keramik, pabrik kapur dan "poteng" atau tape singkongnya yang manis legit... rupanya ada hidden gem yang selama ini banyak tidak diketahui oleh masyarakat, bahkan oleh urang Bandung sendiri 👦. Yuk kita berangkat ..!
Tempat ini memang belum dikenal luas oleh masyarakat Indonesia apalagi masyarakat dunia. Indikasinya sejak tiba sampai saya pulang sore, hanya menemui 1 - 2 rombongan warga lokal sekitar 15 orang. Mudah2an Pemda Jawa Barat dapat menganggarkan dananya lebih maksimal agar destinasi ini lebih banyak menghasilkan devisa bagi Pemda dan warga setempat.
Batu-batu besar kecil dan besar tersebar di lahan seluas 2 hektar ini. Batuan berwarna putih ini nampak kontras dengan padang rumput yang hijau. Pemandangan hijau nan menyegarkan mata. Letak batu yang tak beraturan seolah wilayah ini usai dihujani batuan.
Wisata unik yang satu ini bernama Stone Garden Geopark Citatah,
Padalarang.
Stone
Garden adalah sebuah kawasan karst dua hektar dengan batu gamping
artistik yang letaknya 908 meter diatas permukaan laut yaitu puncak Gunung
Pawon, Kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten
Bandung Barat.
Pemandangan Stone Garden Geopark dari atas terlihat menakjubkan. Panorama alam yang ada lokasi ini sangat estetik dan Instagramable.
Awalnya,
Stone Garden ini hanya menjadi cagar budaya, tapi mulai berkembang dan
diresmikan menjadi kawasan Geowisata pada bulan Januari 2015. Bagi para
Wisatawan yang berkunjung akan menikmati keindahan panorama bebatuan serta
diberikan bukti sejarah Laut Purba (30 juta tahun lalu) secara nyata seperti
fosil fosil binatang berupa koral dan hiu, dan beragam keunikan batu gamping
yang bernilai sejarah dan keilmuan yang tinggi. Ada beberapa ekosistem yang
berada di kawasan Stone Garden yaitu ekosistem tumbuhan berupa Asam Jawa
(Tamarindus Indica) dan Ki Jarak (Ricinus Communis), serta ekosistem hewan
berupa Jalak Suren (Sturnus Contra) dan Monyet Ekor Panjang (Macaca
Fascicularis).
Stone
Garden pertama kali ditemukan oleh Tim Geologi ITB yang bernama Kelompok Riset
Cekungan Bandung (KRCB ITB) bersamaan ditemukannya Gua Pawon
Padalarang. Stone Garden adalah sejarah dari laut purba pada 20 juta tahun yang
lalu. Sejarah laut purba ini berada di kawasan Tagog Apu hingga selatan Jawa
Barat. Bukti dari sejarah laut purba ditemukannya fosil-fosil binatang dan
tumbuhan laut yang terdapat di Stone Garden. Sebenarnya, Stone Garden ini
awalnya tidak diperuntukkan menjadi tempat wisata tetapi pelestarian lingkungan
cagar budaya. Lokasi ini berdekatan
dengan Situ Ciburuy.
Ada beberapa fasilitas yang terdapat di Stone Garden Geopark Padalarang yaitu sebagai berikut :
TAMAN BATU
Tumpukan
batuan gamping atau kawasan karst memiliki
keindahan panorama yang menjadi nilai jual utama bagi para wisatawan yang berkunjung
ke Stone Garden. Batuan yang berada disana adalah bukti dari sejarah Laut
Bandung Purba pada zaman purbakala karena terdapat fosil-fosil yang dapat
dilihat secara langsung seperti fosil koral dan biota laut.
Selama ini belum ada yang mengetahui pasti seperti apa Bandung pada masa lampau. Namun secara geologis para ahli menyatakan bahwa Bandung terbentuk dari sebuah cekungan danau purba yang mengering dan kemudian perlahan ditempati oleh manusia. Cekungan ini terbentuk diawali dengan meletusnya Gunung Sunda Purba sekitar 210.000 – 105.000 tahun yang lalu. Perlu diketahui, cekungan Bandung meliputi kawasan karts citatah, saguling, aliran Cimeta dan Citarum, sesar Lembang, dan kawasan Gunung Tangkubanparahu. Sedangkan di wilayah selatan meliputi cekungan Cicalengka dan Nagreg.
Hasil dari penjelajahan serta penelitian yang dilakukan oleh KRCB (Kelompok Riset Cekungan Bandung, ITB 1999) yakni penemuan peninggalan pra sejarah di Gua Pawon, adanya penemuan tersebut membuktikan bahwa pada masa lampau di sekitar danau Bandung purba terdapat kehidupan.
Gua
Pawon terletak di Desa Gunung Masigit, Cipatat, Padalarang, Kabupaten Bandung,
Jawa Barat. Gua Pawon memiliki panjang 38 m dan lebar 16 m, sedangkan tinggi
atap gua tidak diketahui pasti karena saat ditemukan bagian atap gua sudah
runtuh. Penamaan Gua Pawon sendiri dilakukan oleh masyarakat daerah sekitar.
Pemberian nama tersebut didasarkan karena bentuk atap gua yang sudah berlubang
mirip seperti pawon dalam bahasa sunda pawon berarti cerebong asap
yang ada di dapur.
Dengan
adanya penemuan manusia pawon dan peninggalan kebudayaannya menunjukkan bahwa
pada saat itu terdapat aktifitas kehidupan manusia di wilayah sekitaran Danau
Bandung Purba. Selain itu, dengan adanya penemuan tersebut membuka wawasan
pengetahuan baru pada khalayak ramai mengenai kehidupan prasejarah di Jawa
Barat.
Penemuan
ini diharapkan masyarakat bisa lebih menjaga, merawat, dan melestarikan
peninggalan yang sangat berharga ini karena peninggalan tersebut merupakan
salah satu bukti kehidupan prasejarah bagi Indonesia khususnya wilayah Jawa
Barat.
Reviewed by Sofyan Saleh
on
September 17, 2022
Rating:














































Tidak ada komentar