BUKET UNTUK PHUKET

TRAVELING ALA BACKPACKER

SG - KL - PHUKET 

Jam 14.00 taksi meninggalkan kawasan Graha Raya Bintaro menuju Airport Soeta. Jalan tidak terlalu padat karena ini hari Sabtu, 21 Oktober 2017.

Jam 17.40 WIB pesawat AA take off menuju Changi SG. Sekitar jam 8 malam waktu setempat pesawat landing. Sesuai rencana malam ini kami menginap di bandara Changi. Besok pagi-pagi baru kami meninggalkan Changi menuju Merlion Park.



   
Changi

Bagaimana cara ke Merlion Park dari Changi Airport dengan MRT? Kalo baru mendarat di Changi Singapore artinya kita berada di ruang kedatangan (Arrival Hall). Kita perlu naik 1 lantai dulu ke atas ke Departure Hall (ruang keberangkatan) karena Skytrain itu terletak satu lantai dengan zona keberangkatan.
- Dari T1 naik Sky Train ke T2  Stasiun MRT Changi, lalu naik MRT Green Line (East West 
  Line)  jurusan Tanah Merah dan turun di Stasiun Tanah Merah (8 menit).

- Pindah  MRT Green Line ke jurusan Joo Koon dan turun di Stasiun Raffles Place (20 menit)
- Keluar stasiun melalui exit B dan jalan menuju Singapore River. kemudian belok kanan dan jalan hingga menemui Cavanagh Bridge dan Fullerton Hotel. Setelah itu menyeberang ke Merlion Park (400 m/5 menit).Tiket MRT  harganya sekitaran 1-2 SGD tergantung jaraknya. 

Cavanagh Bridge

                          



MRT Rafless

Puas eksplor kawasan Merlion kami lanjut naik MRT ke Bugis exit Victoria Street. Berjalan sekitar 10 menitan ke Kampong Gelam, Haji Lane, Masjid Sultan dan Rafless Hospital.

Kampung Gelam dulunya merupakan kota pelabuhan yang berkembang dan kawasan perkotaan tertua di Singapura. Dalam bahasa Melayu, istilah kampong berarti "pedesaan", sementara "gelam" sering kali dikaitkan dengan pohon gelam (pohon paperbark berdaun panjang, sejenis kayu putih), yang banyak ditemukan di area ini dan digunakan oleh warga lokal untuk pembuatan kapal, obat-obatan, bahkan bumbu masak.

Tahun 1822,  Sir Stamford Raffles mengalokasikan area ini bagi komunitas  Melayu, Arab, dan Bugis. Setelahnya area ini menjadi salah satu tahta kerajaan Melayu di Singapura.

Masjid Sultan


Masjid Sultan, kampong Glam

Masjid ini didirikan pada tahun 1824 oleh Sultan Hussain Shah setelah menyepakati perjanjian pembangunannya dengan British East India Company. Kala itu, sang Sultan dan keluarganya masih tinggal di area Istana Kampong Glam dan mendedikasikan sebidang lahan untuk membangun masjid ini.
Saat baru selesai dibangun pada tahun 1826, masjid ini sama sekali berbeda dengan bangunan yang ada sekarang. Awalnya, masjid hanya memiliki satu lantai dengan atap 2 tingkat. Arsitek Denis Santry dari Swan and Maclaren yang merancang masjid baru tersebut untuk dibangun di atas lahan masjid lama dan lahan tambahan dari keluarga kerajaan. Seluruh pembiayaan juga di tanggung keluarga Sultan denga kontribusi dari komunitas muslim Singapura kala itu termasuk sumbangan botol kaca hijau hijau dari kaum miskin ketika itu. botol botol yang kemudian di jadikan ornamen bawah kubah masjid. Arsitek Denis Santry mengadopsi gaya Sarasenik atau gaya Gotik Mughal.
Tidak jauh dari Masjid Sultan, terdapat sebuah Museum Budaya Melayu. Kok di Kampong Arab ada budaya Melayu? Kampong Arab ini memang unik. Selain budaya Arab, ada juga budaya Melayu dan Bugis di sini.

Salah satu area yang kami datangi ialah Kampong Bugis atau Bugis Village. Di Bugis Street terdapat toko-toko berisi barang-barang souvenir SG yg terjangkau. Di seberangnya ada Bugis Junction yang berbentuk seperti mal dan menjual barang dengan harga lebih mahal.



Saat cuci mata lapak di sana, mata saya tertuju pada sebuah papan yang berdiri tepat di pusat Bugis Junction. Saya mengajak keluarga  mendatangi papan itu dan membaca isinya. Ini penting buat anak-anakku agar mengetahui sejarah leluhurnya. Papan itu berisi cerita sejarah Bugis Makassar  di Singapura. Ternyata peran masyarakat Bugis Makassar sangat besar di sana.
Pada pertengahan abad ke-17, masyarakat suku Bugis Makassar berlayar dari Sulawesi untuk mencari tempat dan membuka pusat perdagangan. Kala itu mereka sering mendatangi pulau-pulau kecil yang jauh dan kemudian tak segan membunuh suku pribumi di sana untuk merebut pulaunya. Mereka pun akhirnya dikenal sebagai makhluk yang garang. Kegarangan suku Bugis itu terdengar hingga ke Belanda dan seluruh Eropa. Sejak saat itu, masuklah kata Bugis dalam bahasa Inggris dengan istilah Boogieman yang berarti makhluk yang garang atau pembunuh.

Armada Phinisi Des Maccasares Menjelajah Dunia

Namun, pada 1808, penemu Singapura, Sir Stamford Raffles, bertemu dengan masyarakat Bugis untuk pertama kalinya di daerah Penang, Malaysia. Raffles langsung terkesan dengan kemampuan dagang masyarakat Bugis. Dia pun langsung mengajak masyarakat Bugis untuk bekerja sama melahirkan Singapura. Singkat cerita, pada 1819, ketika Singapura ditemukan, pangeran Bugis kala itu dibunuh Belanda saat berada di Riau. Saudara laki-laki sang pangeran pun memberontak dan kemudian berlindung di Singapura bersama 500 pengikutnya. Sejak itu, Raffles memberi nama Bugis Town dan membiarkan masyarakat Bugis berkembang di sana.

Jejak Sirri' Na Pesse di SG
Terbersit perasaan kecewa begitu tahu sudah tidak ada lagi warga asli Bugis atau keturunannya yang berdagang di sana. Tidak seperti bagian Singapura lain, seperti Chinatown dan Little India. Dua tempat itu masih ditempati penduduk asli Tiongkok dan India.
Apakah mereka tergusur Kapitalisme?

Mural Haji Lane

Seorang teman bergurau, “Belum afdol ke Singapura kalau belum pergi ke Haji Lane". Kawasan ini sesungguhnya sudah ada sejak tahun 1800an, meski baru populer sebagai destinasi wisata di Singapura beberapa tahun terakhir.

                                            


                                       

Terletak di kawasan Kampong Glam, Haji Lane sebenarnya adalah sebuah gang kecil (hanya bisa dilalui oleh 1 kendaraan roda empat) yang diapit bangunan rumah toko dua lantai (lazimnya bergaya peranakan) di sisi kiri kanan. Dahulu tempat ini adalah hunian warga Melayu kurang mampu, selain sebagai tempat singgah bagi mereka yang hendak/baru menunaikan ibadah haji sebenarnya di Mekkah (mungkin itulah sebabnya dinamakan Haji Lane).

Pemerintah Singapura lalu mendandani kawasan ini menjadi area komersil tanpa mengubah wujud klasik aslinya. Kini Haji Lane dan kawasan sekitarnya sudah menjadi ikon wisata Singapura wajib kunjung, khususnya bagi mereka pencinta fotografi


Dari SG ke JB Sentral

-        Tak terasa keliling lorong ke lorong menikmati art street, aneka seni mural yg konon berganti dalam beberapa bulan. Akhirnya tiba saat maghrib. Kami mampir ke masjid untk sholat musafir Maghrib / Isya diQoshor. Dari Masjid Sultan kami berjalan kaki 300 m / 5 menit menuju terminal bus di Queen Street. Kami memilih armada Causeway Link yg jam berangkatnya setiap 15-30 menit sekali. Dalam hal jadwal mereka sangat tertib. Tidak ada calo, tidak ada bus ngetem sehingga terminal tidak hiruk pikuk seperti di Jakarta.

     Sekitar jam 20.00 kami sdh di atas bus Causeway Link dgn kecepatan yg terjaga, berhenti di Woodlands dan Johor Baru CIQ sebelum akhirnya sampai di Larkin Terminal Johor Baru sekitar jam 22.00. Alhamdulillah tidak ada masalah saat melewati pemeriksaan imigrasi kedua border negara. Namun antri bus saat menuju JB CIQ (Check Imigration Quarantine) cukup makan waktu. 

      Cukup bosan menunggu akhirnya jam 12 tengah malam kami melanjutkan perjalanan ke Bandar Tasik KL dgn naik Bus Transnasional yg kami beli online via EasyBook. Waktunya tidur....


-      KUALA LUMPUR

Subuh kami tiba di Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Terminal Bersepadu Selatan (TBS) adalah terminal bus paling baru dan paling moderen di Kuala Lumpur. 

Mulai beroperasi pada tahun 2011, Terminal Bersepadu Selatan (TBS)  juga dikenal dengan nama Bandar Tasik Selatan (BTS) adalah terminal bus paling mewah dan paling megah di seantero Malaysia serta mungkin juga di seluruh Asia Tenggara. Fasilitas dan penampilannya sangat bagus seperti layaknya sebuah bandar udara berkelas internasional.

Terminal Bersepadu Selatan (TBS) melayani perjalanan bus antar kota dan antar negara dari Kuala Lumpur ke wilayah di sisi selatan Semenanjung Malaysia, seperti Melaka, Johor Bahru, Seremban, Muar, Tanjung Pahat dan  Singapore.
Terminal Bersepadu Selatan atau Bandar Tasik Selatan ini terletak di sisi selatan pusat kota Kuala Lumpur. Berjarak sekitar 30-45 menit dengan taksi dari daerah Bukit Bintang (biaya sekitar 30-45 MYR) tergantung kondisi lalu lintas.
Jika berencana berangkat dari tempat ini, sediakan waktu setidaknya 60 menit hingga 90 menit sebelum jadwal keberangkatan bus kita.


Karena masih subuh kami rehat sejenak di lobi TBS. Setelah menunaikan sholat subuh di surau TBS kami lanjut jalan kaki ke stasiun kereta diseberang, lalu naik LRT ke KL Sentral. 

LOKER di KL Sentral

Seharian ini kami akan melakukan city tour. Agar tidak rempong bawa carrier kami mencari loker titipan. Lokasi pertama ada didekat ruang tunggu KTM dibagian atas, seberangnya KFC. Di belakang Customer Service, kan ada tangga naik ke atas, nah setelah itu, belok kiri deh. Loker itu ada disudut dibawah eskalator menuju ke atas (yang dulunya menuju foodcourt itu). Di sini, tersebar dibeberapa sudut, sekilas mata memandang ke arah kanan, kamu akan melihat barisan loker warna merah.

Harga untuk loker ukuran medium RM 20 dan ukuran besar RM 40, itu hanya untuk sekali pakai ya. Jadi pastikan barang yang mau kamu bawa serta, sebelum pintunya ditutup. Atau kamu harus bayar 2 kali.

Tujuan pertama kami adalah ke destinasi terjauh yaitu Batu Caves dgn MRT, ongkos 2.75 RM/orang. 


Batu Caves

Bukit kapur Batu Caves adalah lokasi kuil Hindu terpopuler di luar India yang dipersembahkan untuk Dewa Murugan. Objek wisata religius yang juga merupakan spot utama untuk perayaan festival Thaipusam di Malaysia ini terletak sekitar 13 km dari Kuala Lumpur, dan tidak dikenakan biaya masuk untuk mengunjungi kawasan tersebut.


Pertama kali kami menapak ke dalam kawasan religius ini, objek pertama yang paling menarik perhatian  adalah landmark berupa patung emas Dewa Murugan tertinggi di dunia (tingginya 42,7 meter) dan di belakangnya terlihat 272 anak tangga curam yang menuju sebuah gua di atas bukit kapur yang berfungsi sebagai kuil. Belum hilang keterpukauan saya, dari belakang bahu saya terdengar desahan pelan, "Astaghfirullah..." Isteri saya juga sangat terpukau melihat tingginya kuil di atas bukit tersebut dan langsung memutuskan untuk tidak ikut naik ke atas, he-he-he... ratusan anak tangga tersebut terlihat amat sangat mengintimidasi kami.  

Untuk mencapai kuil gua di ujung tangga bernama Temple Cave, tentunya kita harus mendaki ratusan anak tangga tersebut. Sekilas mengingatkan saya akan puluhan anak tangga di Gunung Galunggung. Itu saja membuat saya tersengal-sengal hampir kehabisan nafas. Menantang sekali memang. Belum lagi ditambah panasnya matahari yang cukup menusuk kulit. Kami menyerah dehh..heheheh...


Sebelum meninggalkan kawasan kuil kami mampir di sebuah restoran Tambi/Tamil menikmati roti canai lalu kembali ke KL Sentral via MRT. Dari KL Sentral lalu kami ke KLCC / Twin Tower dgn moda bus Go KL Green Line yang free. Bisa juga sih naik LRT lebih cepat dgn cost 1.5 RM namun saya memilih naik Go KL agar bisa menikmati panorama kota KL dgn leluasa. Go KL berhenti persis di halte Suria Mall yang terletak di kaki gedung Petronas yang menjangkau langit.


Dari KLCC kami ke Bukit Bintang, kawasan mall2 mewah dgn naik GO KL Green Line turun di depan Fahrenheit. Muter-muter dan jajan kuliner 


Hari makin siang kami lanjutkan city tour dari Bukit Bintang ke Pasar Seni (Central Market) di China Town dgn naik bus Go KL Purple Line.

Bus Go KL, GratiSS puas!

Kaki mulai penat dan lapar lagi, kami mampir di sebuah warung Indonesia di samping stasiun LRT depan Pasar Seni. Hampir setiap ke KL saya selalu mampir makan di warung Mbak Mimi yang berasal dari Jawa Timur. Hampir jam 3 sore kami kembali ke KL Sentral dgn naik LRT (1.5 RM/orang) langsung menuju loker penitipan (lugage deposit). Setelah ambil koper lanjut beli tiket Skybus (12 RM/orang) dan meluncur ke KLIA2.

Jam 17.00 waktu setempat kami check in di konter Air Asia.  Melewati boarding imigrasi dengan lancar. Jam 18.30 kami berempat sudah duduk manis di perut pesawat AA kode penerbangan AK 820  terbang mengantarkan kami menuju Phuket, Thailand.

PHUKET

ยินดีต้อนรับสู่เมืองภูเก็ต ....Yindī t̂xnrạb s̄ū̀ meụ̄xng p̣hūkĕt!

"Selamat datang di kota Phuket !"

Keluar dari lobi Bandara kami menggunakan mini van menuju ke hotel Bel Aire Resort di Patong dgn tarif nego damai 180 THB untuk Islam yang Satu hehehe (sopirnya kebetulan Muslim Thai) .

Kedatangan dari KL
                                              
Bel Aire Resort


1. PATONG BEACH

Patong Beach merupakan pantai yang berdekatan dengan kawasan Bangla Road. Pantai ini kurang lebih serupa dengan pantai Kuta di Bali. Di dekat lokasi pantai banyak sekali café dan bar di sepanjang jalan yang bisa dinikmati para wisatawan yang berkunjung ke sana. Pantai ini juga dikenal sebagai pantai yang memiliki spot sunset yang ciamik. Meski dipadati oleh banyak wisatawan domestic dan mancanegara, pantai ini bisa terbilang sangat bersih sehingga nyaman untuk dinikmati bersama keluarga dan kerabat.

                                   





Cafe Bel Aire

Kuliner Malin Plaza, banyak pedagang Muslim

jetsky rental


2. Bangla Road

Lokasi Bangla Road sangat dekat sekali dengan Patong Beach. Bahkan kalian dapat menelusuri sepanjang Bangla Road untuk dapat menikmati Patong Beach. Jika Patong Beach menawarkan keindahan wisata pantainya, Bangla Road lebih menawarkan asyiknya kehidupan malam di kota Phuket. Di sepanjang Bangla Road, banyak sekali terdapat nightclub, bar, resto dan bahkan tattoo store untuk kalian yang berencana untuk mengabadikan karya seni indah di tubuh kalian. Bangla Road ini juga terkenal dengan ragam pertunjukan ladyboy yang bisa kamu temui di sepanjang jalan. Tapi jangan sampai mengajak anak-anak di bawah umur ke sini ya, karena banyak pertunjukan yang belum pantas untuk dilihat mereka.

Bangla Road



Hard Rock Cafe, Bangla Road



3. Kata Beach

Lokasi Kata Beach ini sebetulnya tidak terletak terlalu jauh dari Patong Beach. Keistimewaan Kata Beach kita dapat menikmati free wi-fi di sini. Sehingga kita dapat bersantai sembari update status di social media mengenai liburan kita. Pantai ini cenderung lebih sepi jika dibandingkan dengan Patong Beach. Jika menikmati suasana pantai yang tak terlalu padat, maka Kata Beach merupakan spot pantai yang wajib dikunjungi.


 4. Pileh Lagoon

Ingin menikmati viewpoint di sebuah laguna cantik di Phuket? Maka kamu wajib mendatangi lokasi ini. Dari pelabuhan, jarak tempuh untuk mencapai lokasi ini sekitar 40 menit menggunakan speed boat. Kalian dapat menikmati pemandangan tebing-tebing di tengah lautan luas yang cantik sekali untuk berfoto atau sekedar berenang bersama teman-teman.



 5. Wat Chalong

Kuil ini merupakan salah satu kuil yang paling bersejarah di Phuket. Kamu dapat menikmati kemegahan bangunan kuil yang dibalut pesona keemasan di hampir setiap sudut bangunannya. Namun, jika hendak ke sini kamu harus berpakaian sopan. Sebab bagaimanapun, kuil ini merupakan tempat ibadahnya orang Buddha yang berada di Phuket. Oh ya, jangan kaget ya ketika berkunjung kalian pasti akan dikejutkan oleh suara petasan yang menyala tiba-tiba. Sebab ini adalah salah satu cara beribadah mereka di kuil tersebut. Unik, bukan?

                           








6. Old Phuket Town

Tidak hanya wisata alam saja, namun Phuket juga memiliki wisata perkotaan tua yang sangat menawan. Old Phuket Town berjarak sekitar 30 menit dari Patong Beach. Di sini banyak sekali bangunan-bangunan lama yang memiliki arsitektur Cina-Portugis. Bangunan yang berwarna-warni juga menjadi salah satu daya tarik kota tua ini. Jika berminat, datanglah pada malam hari, maka kamu akan terkesima oleh pantulan warna warni lampion-lampion yang menerangi bangunan-bangunan di kota tua ini.

          








7. Phi-Phi Island

Selain pantai-pantainya, kepulauan yang ada di sekitar Phuket juga tak kalah menarik. Salah satu pulau yang terkenal dari Phuket adalah Phi-Phi Island. Siapa yang tak kenal pulau yang pernah dipakai oleh Leonardo di Caprio saat berperan dalam film Blue Lagoon? Meskipun saat ini Phi-Phi island sudah dipenuhi oleh turis dan wisatawan asing, namun keindahannya bisa tetap dapat dinikmati.

Bukan hanya indah namun kebersihan dan kenyamanan semua tujuan wisata yang ditawarkan Phuket patut diacungi jempol. Di kawasan pantainya saja, tak ada seorang pun yang diperbolehkan untuk merokok sembarangan. Untuk para perokok, kalian harus masuk lebih dalam ke area hutan untuk mendapatkan smoking area. Berbeda dengan di Indonesia, saat kamu hendak snorkeling di Phuket jangan coba-coba untuk memberi makan ikan dan makhluk-makhluk yang hidup di bawah laut ya. Sebab pemerintah Thailand melarang keras warga lokal maupun asing untuk memberi makan fauna laut karena akan membuat laut menjadi kotor. Hebat, kan?

                                    


Hotel Phi Phi Island




Di atas Cruise 










Menikmati makan siang di Phi Phi Hotel


8. BIG BUDHA

Kurang lengkap rasanya jika berlibur ke Phuket tanpa mengunjungi The Big Buddha, salah satu landmark dari pulau tersebut yang paling penting dan dihormati oleh masyarakat lokal. Patung Buddha setinggi 45 meter ini dibangun di bukit Nakkerd antara Kata dan Chalong, 400 meter diatas permukaan laut. tempat ini juga merupakan salah satu viewpoints yang menawarkan 360 derajat pemandangan terbaik dari seluruh pulau Phuket, meliputi Phuket Town, Kata Town, Pantai Karon, dan Teluk Chalong.



  




 

 Tempat ini buka mulai pukul 08.00 – 19.30. Kalo ingin mengabadikan sunset dari salah satu tempat terbaik di Thailand ini, cobalah tiba di sana sebelum pukul 18.30. Sekedar saran saja, sebaiknya kenakan pakaian sopan. Hindari mengenakan beachwear, rok mini ataupun kaos yang bertuliskan kata-kata yang tidak sopan. Di sini disediakan peminjaman sarung (kain khas Thailand) yang disediakan oleh pihak pengelola tanpa dipungut biaya sepeser pun.

9. Karon Beach

Karon Beach dikenal sebagai pantai ketiga terluas dan destinasi kedua yang paling banyak dikunjungi setelah Patong. Berbeda dgn Patong yang lebih 'liar' pantai ini terletak di pesisir barat Phuket, pantai ini menawarkan keramaian dan keindahan yang cocok untuk keluarga.




   Karon view point merupakan salah satu spot favorit pengunjung di Phuket, Thailand. Spot ini berada di dataran yang cukup tinggi, sehingga memungkin pengunjung mendapatkan view yang luas jika berada di sana. Jika cuaca cerah, maka dari ketinggian spot ini kita dapat melihat 3 pantai Phuket sekaligus, yaitu pantai Karon, Kata Yai dan Kata Noi. 






Sesampainya di puncak Karon view point ini ada sebuah gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat untuk menikmati keindahan pulau Phuket. Di sini kita dapat mengabadikan moment dengan latar belakang pemandangan laut yang membiru. 
Jika ingin membeli oleh-oleh khas Thailand,  di sekitar area puncak spot Karon view ini terdapat beberapa pedagang yang menjual aneka souvenir. 

Mommy lihat kamera, the boys lihat saya ya ?




25 Oktober 2017 Pesawat AA flight AK823 penerbangan terakhir take off dari Phuket International Airport jam 21.40. Landing di landasan KLIA 2 sekitar jam 23.00. Alhamdulillah lancar melalui pemeriksaan imigrasi. Sudah jam 00 kami mencari posisi yg enak untuk tidur pojok bandara yang biasa digunakan penumpang tidur. Sesuai rencana perjalanan malam ini kami akan menginap di KLIA 2. Besok ba'da Subuh kami akan melanjutkan trip ke Genting Highland, namun anak & isteri sudah merasa lelah dan capek maka saya putuskan untuk membatalkan ke Genting. Kami merubah itin dgn kembali masuk KL lagi untuk city tour seharian. Kami akan ke Dataran Merdeka, KL City Gallery, Masjid Jamek, China Town, Central Market, sampai sore.
menginap di KLIA2
















Kamar mandi di KLIA2

Ba'da maghrib di surau Central Market kami makan malam di Restauran Al Baik depan pasar Seni, tidak jauh dari stasiun LRT kemudian lanjut ke KL Sentral. Jajan snack dan bekal di KL Sentral kemudian dgn Skybus kami kembali ke KLIA2.
Kami akan kembali ke Jakarta dgn penerbangan terakhir jam 22.20 dan tiba di SHIA jam 00.00 WIB.

Melelahkan tapi mengasikkan..

tidur menanti penerbangan terakhir..

Ke Jakarta aku kan kembali...

Alhamdulillah....jarak tempuh 3 negara sekitar 5000 Km, Jumlah foto 780 pcs.
See you next art_venture...MY LIFE MY ARTVENTURE !


"Traveling - it gives you home in thousand strange places, than leaves you a stranger in your own land"
(Ibnu Batuta)

wa_SS_alam






BUKET UNTUK PHUKET BUKET UNTUK PHUKET Reviewed by Sofyan Saleh on Januari 02, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]

Travel everywhere!