HANOI NIGHTLIFE
Panggil saja SS. Lelaki pengikut angin. Menyukai berdiam dan berjalan sendiri, bintang, warna biru, kopi dan kata-kata. Tidak suka hujan.
One day tour di Halong berakhir sekitar pukul 4 sore. Kapal Jung kembali ke pelabuhan. Bus2 pariwisata dari berbagai travel sudah parkir berderet. Guide mengumpulkan rombongannya dan mengabsen. Senang dan bangga dengar panggilan "Mr. Sofyan from Indonesia". Akh dari tadi nyari nengok kiri kanan siapa tau ketemu orang Indonesia dari rombongan lain tapi tak jua ketemu. Wajahnya mirip2 Indonesia sih. Pasang telinga gak denger juga cengkokan ras Melayu. Ya sutralah...yang jelas di rombongan ini dari 40 an orang cuma aku yang alone, yg lain sama teman2 ☺
Bus meninggalkan Halong Bay membawa selaksa kenangan : kuliner, kayaking, jung boat, bukit2 naga, goa, stalagtit, stalagmit dan ahh pemandangan dan pengalaman yg luarbiasa...
Sekitar jam 20 malam travel bus tiba di pusat keramaian plaza danau Hoan Kiem kawasan Old French Quarter Hanoi. Semarak restaurant, hotel2 budget, outlet fashion, mini market, cafe & bar...ramai sekali. Ini malam terakhirku di Hanoi. Sebelum kembali ke hotel aku akan habiskan mata uang Dong yang tersisa untuk beli sekedar tanda mata Hanoi.
![]() |
| Hanoi Night Market |

Sepanjang jalan berderet toko-toko dan sejumlah pedagang kaki lima yang
menjual souvenir mulai dari baju, topi, aksesoris fashion, perhiasan, sampai
aneka kerajinan tangan dan pernak pernik lainnya. Beberapa kafe dan restoran
juga ada. Suasana hiruk pikuk, semua resto ramai sekali..aku heran, orang Vietnam memang suka pesta. Seperti biasa aku hanya melirik-lirik menu di tiap resto, ngintip2 ngiler tapi masih takut dosa haram.
![]() |
| Harom harooom... |
![]() |
| Ngintip2 ngiLER doang... |
Aku akhirnya berhenti jalan setelah perut kian keroncongan
dan nemuin restoran India untuk makan malam.
Tempatnya homey dan stafnya ramah. Setelah order tiap pengunjung diberikan
handuk basah hangat untuk mengelap wajah, leher atau tangan. Katanya karena
malam itu cuaca sedang dingin (mungkin kalau lagi panas juga akan dikasih
handuk dingin, hehe…). Untuk menu yang ditawarkan, tentunya ala
India semua, dan pilihanku malam itu jatuh pada menu pembuka chicken mushrom
soup, lalu lanjut nasi goreng ala India. Kayaknya nggak nyambung yak >.<
tapi nggak tau kenapa pingin nyobain 2 menu ini malam itu hehe…soupnya sih
enak, tapi nasi gorengnya rada hambar & porsinya besar banget. Alhasil
nasinya cuma bisa dimakan setengah piring aja. Maap ya Allah, buang-buang nasi…
padahal harganya juga lumayan mahal -_-. Setelah kenyang lalu istirahat
duduk-duduk sebentar sambil internetan & whasapan kasih kabar ke orang
rumah, mumpung ada wifi kenceng dan tempatnya homey. Setelah itu lanjut jalan menuju hotel May De Ville yg tinggal sepelemparan batu. Heran ! semua jalan menuju hotel ditutup utk kendaraan, hanya untuk pejalan kaki dan jalan selebar sekitar 7-8 meter itu pennuhh..nuhh..nuuhh..dengan orang2 yang makan, minum arak, chit chat, ketawa ketiwi disertai dentuman musik techno dari bar2 dan resto. Manusia berbaur dari berbagai bangsa tapi kebanyakan penduduk lokal.
Suasana crowdit sampai ke depan hotel yang terletak di ujung jalan Hai Tuong Lane, Tai Hien Street No. 1. Aku segera masuk ke hotel, ambil kunci di resepsionist kemudian menuju dormitory (kamar dgn 4 bed). Di bed sebelahku turis cewek kayaknya dari Thailand. Aku sudah capek bingits2. Sekedar say hello saja. Udah males ngobrol...lagian kurang menarik ah, kayak mbak2nya Engkoh di Anggrek Loka.
BYURRR....segarnya mandi air hangat.
Setelah mandi, dari kamarku di lantai 3 masih terdengar suara hingar bingar di bawah. Dari jendela kamar aku nengok ke bawah, jalan tidak seramai tadi. Aku menata pakaian & belanjaan ke dalam backpack lalu masukkan ke loker kemudian turun ke bawah...melihat suasana Hanoi saat2 akhir sambil ngopi-ngopi di street food yang ada di seberang May De Ville, buat nyerupuut kopi Vietnam yang endess banget sambil plarak plirik..suiit..suiittt..suuuuittt!
eMm..e maap..misiiiii..mo beli kopi Mister!![]() |
| Suiit..suiit..suiiit ! |
Menjelang jam 12.00 malam jalanan mulai sepi. warung, restauran sudah tutup. Meja-umeja dan kursi ditrotoar sudah dibenahi, sesekali jumpa orang mabuk, nggak laki nggak perempuan maaabook suksess...
Aku bergegas kembali ke hotel untuk istirahat. Mampir sebentar di seven eleven beli air mineral dan roti. Aku pesan ke resepsionist untuk bangunkan jam 5 pagi. Aku masuk ke dormitory, turis negara tetangga sebelah itu sudah pulas.
Sekali lagi aku mengemas backpack, memeriksa dokumen perjalanan agar tidak ada yg tertinggal. Besok pagi jangan sampai terlambat ke Nobai International Airport. Yuuuk bobo... ACnya dingin banget euy..
zzzzh....zzzzhhh.....
Ahad 31 Juli 2017
Ternyata sense aku untuk bangun subuh lebih cepat terjadi. Aku sudah bangun sebelum Resepsionist membangunkan. Mungkin karena sudah terbiasa bangun subuh untuk sholat...atau mungkin juga karena takut ketinggalan penerbangan ke Kuala Lumpur..hahaha
Sekitar jam 6 aku ke seberang hotel untuk cari kopi. Toko2 masih tutup, warung kaki lima juga belom siap, masih nyapu2 jalan...aku kembali ke hotel dan minta dipesankan taksi resmi yang handal dan terpercaya, wuiiihh lagak gue udeh kayak horang kayaah....
Cuma lima menitan taksi sudah datang, bujuug cepet banget. Ya sudah...ayo kita ke airport !
Lanjoot ke Kuala Lumpur untuk episode Semalam di Malaysia.
![]() |
| Hanoi Bridge |
![]() |
| Lobby Nobai Int Airport |
![]() |
| Ruang tunggu Penumpang |
![]() |
| Landing di KL |
HANOI NIGHTLIFE
Reviewed by Sofyan Saleh
on
Juni 04, 2017
Rating:
Reviewed by Sofyan Saleh
on
Juni 04, 2017
Rating:















Tidak ada komentar