LINIMASA MASJID JAMI AL BARKAH, 1996 – 2025

 Menjalin Kepingan Sejarah: Merekam Perjalanan Pendirian Masjid Al Barkah

                  


Sejarah adalah rangkaian peristiwa yang membentuk identitas dan jati diri sebuah komunitas. Ia bukan sekadar kumpulan kenangan, tetapi juga warisan berharga yang menjadi cerminan perjuangan, semangat gotong royong, dan cita-cita para pendahulu. Pendirian masjid di lingkungan kita bukanlah sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata dari kebersamaan, keimanan, dan harapan akan hadirnya pusat ibadah serta kebersamaan umat.

Dari sebuah gagasan hingga berdirinya rumah Allah yang kita banggakan hari ini, terdapat banyak kepingan peristiwa yang patut diabadikan. Setiap langkah, mulai dari inisiasi warga, perjuangan menggalang dukungan, proses pembangunan, hingga akhirnya masjid ini berdiri kokoh, merupakan bagian dari sejarah yang tak boleh terlupakan.


Dokumentasi ini disusun agar generasi mendatang dapat mengenang peran para pendahulu mereka. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus menjaga, merawat, dan menghidupkan masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Karena sesungguhnya, sebuah sejarah yang dituliskan adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.


Perumahan Graha Raya adalah kompleks hunian untuk kelas menengah ke atas yang terletak di perbatasan antara Kecamatan Serpong UtaraKota Tangerang Selatan dan CiledugKota TangerangBanten. Lokasi kompleks ini terletak di perbatasan segitiga emas Alam Sutera, Bintaro dan BSD Tangerang Selatan.

Perumahan kategori real estate ini pertama kali dibangun pada tahun 1990-an dengan nama Kebayoran Regency yang dikembangkan oleh PT Panca Muara Jaya, milik kelompok usaha Kalbe. Ketika terjadi krisis moneter/resesi tahun 1997 perumahan ini diakuisisi/diambil alih oleh pengembang PT Jaya Real Property Tbk yang juga merupakan pengembang/developer Bintaro Jaya.

Pada awal pembangunan, perumahan Kebayoran Regency memiliki beberapa cluster seperti Anggrek LokaBougenville LokaDahlia Loka, Nusa Indah, Cempaka. Selebihnya masih area terbuka (kebun dan perkampungan tradisional).


Tahun 1996: Awal Mula dan Tantangan


Kompleks Anggrek Loka didirikan pada tahun 1996, pada saat itu tingkat hunian masih rendah, dan warga Muslim terbilang sebagai minoritas. Di kompleks ini, tidak ada tempat ibadah bagi warga Muslim, sehingga mereka harus melakukan perjalanan keluar cluster ke kampung Pinang Sudimara untuk menemukan masjid. Pada bulan Ramadhan, situasi ini semakin menyulitkan, karena warga Muslim Anggrek Loka yang ingin melaksanakan sholat tarawih harus keluar ke wilayah kampung Sudimara atau Kunciran.

Dalam menghadapi kendala ini, warga melakukan musyawarah. Sebagai wujud kepedulian, Pak Yohannes, seorang warga Non Muslim, dengan sukarela meminjamkan rumahnya yang kosong di Blok B5 No 19 untuk digunakan sebagai tempat sholat tarawih selama bulan suci tersebut.


Tahun 1997: Upaya Pembangunan Musholla

Di tahun berikutnya, semangat warga Muslim untuk memiliki tempat ibadah sendiri semakin menguat. Mereka mulai menggalang dana untuk membangun musholla. Pionir dalam pembangunan musholla ini adalah Bpk Ir. H. Baihaqi dan Bpk H. Basrial, HS yang kemudian diikuti oleh Bpk H. T. Lukman Hakim.


Pembangunan musholla di lingkungan cluster ini berawal dari keinginan kuat warga untuk memiliki tempat ibadah yang layak dan mudah diakses oleh seluruh penghuni. Namun, perjalanan menuju terwujudnya musholla bukanlah hal yang mudah. Salah satu tantangan utama adalah penentuan lokasi ideal dalam kawasan cluster yang memiliki tata letak unik, berbentuk kipas, dengan gerbang utama di Tengah.


 


Awalnya, proposal pembangunan musholla disusun dan diajukan kepada pihak developer. Namun, diskursus muncul terkait lokasi yang paling tepat agar musholla dapat diakses dengan mudah oleh seluruh warga. Jika musholla dibangun di fasum pojok kanan cluster, maka warga yang berada di area kiri akan merasa terkendala karena jaraknya yang cukup jauh, dan juga sebaliknya. Di samping itu Developer pun keberatan Musholla dibangun di tengah Cluster (lazimnya di posisikan di belakang). Diskursus ini cukup menjadi masalah pelik karena masing-masing kelompok warga menginginkan lokasi yang  menguntungkan bagi semuanya.


Melihat kondisi ini, Bpk. H. Ir Baihaqi dan Bpk H. Basrial  berpikir keras dan mencari solusi terbaik agar musholla dapat berdiri di lokasi yang paling strategis dan adil bagi semua. Dengan penuh kesabaran dan ikhtiar, beliau berupaya meyakinkan pihak developer agar memberikan izin penggunaan lahan fasum yang terletak di area tengah cluster, tidak jauh dari gerbang utama. Posisi ini dianggap sebagai titik sentral yang dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh warga tanpa menimbulkan keberatan dari satu pihak.

Seperti sebuah mukjizat, setelah berbagai upaya dan diskusi yang panjang, dengan izin Allah SWT akhirnya pihak developer menyetujui pembangunan musholla di lokasi strategis tersebut. Keputusan ini disambut dengan antusias oleh warga, karena musholla yang akan dibangun benar-benar berada di tempat yang mudah dijangkau oleh semua penghuni cluster.


Dengan izin yang telah diperoleh, proses pembangunan pun dimulai. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada tgl 20 Juli 1997 sepekan sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara dihadiri oleh Lurah Pakujaya dan perwakilan dari Developer. Doa dipimpin oleh Bpk. Anwar Azhari, yang menjabat sebagai Ketua Majelis Taklim dan Fardu Kifayah IWM (Ikatan Warga Muslim Graha Raya) dari Dahlia Loka. Semangat gotong royong dari warga sangat terasa dalam setiap tahapannya, mulai dari penggalangan dana, penyediaan material, hingga pengerjaan konstruksi secara bertahap. Semua ini dilakukan dengan niat tulus untuk menghadirkan tempat ibadah yang nyaman, tidak hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi warga cluster.


Pembangunan musholla dimulai dengan kerangka dan konstruksi di atas lahan seluas 12 x 12 m. Pekerjaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembuatan lantai dasar dan dak atas Lt. 2, lengkap dengan tangga. Meskipun lantai dasar sudah dapat digunakan untuk sholat lima waktu, tantangan muncul ketika hujan lebat, di mana air sering masuk melalui tangga dari dak atas yang dikembangkan secara bertahap.

Kini, musholla telah berdiri dengan megah dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga. Setiap adzan yang berkumandang menjadi bukti bahwa perjuangan dan kerja keras dalam mewujudkan rumah ibadah ini telah membuahkan hasil. Musholla ini tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan warga dalam membangun lingkungan yang lebih baik dan berkah.

 

Tahun 1998: Perjuangan dan Dukungan Komunitas


Pada tahun 1998, upaya penyelesaian musholla terus dilakukan meskipun menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sebagian warga Non Muslim, khususnya yang berasal dari Jawa. Mereka mempertanyakan keputusan untuk membangun musholla di lahan taman utama kompleks. Sementara itu, warga Nonis Tionghoa cenderung lebih bersikap netral terhadap pembangunan ini.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Bpk H. Syamsu Wilo,SE, MBA (Bankir) dan dr. H. Taufik Hidayat, Sp. KK bergabung untuk memberikan dukungan dalam proses pembangunan musholla. Proyek ini mendapatkan momentum baru ketika Bapak Ir. Edi, seorang arsitek dan warga Anggrek Loka yang tinggal di sisi jalan raya Boulevard Regency, ikut terlibat. Beliau yang merancang kubah Musholla Al Barkah. Kubah Masjid Al Barkah mengambil inspirasi dari Al Quran Surah  Al Ankabut dan peristiwa Gua Hira di mana laba-laba menjadi pelindung Nabi Muhammad dari ancaman pembunuhan karena dakwah beliau. Ir. Edi mendedikasikan keahliannya dan berkontribusi tanpa kompensasi finansial, semata pengabdian kepada Allah SWT.

Seiring dengan operasional Musholla Al Barkah, para pengurus dan warga merasakan perlu adanya sarana pendidikan keagamaan bagi anak-anak warga Muslim. Untuk mengakomodasi keinginan tersebut, pada bulan Mei 1998 dibentuklah Badan Pengurus Pendidikan Baca Tulis Al-Qur’an, yang diketuai oleh Bpk. Ir. H. Baihaqi Djamasan, dengan anggota Bpk. H. Syamsu Wilo, SE, MBA dan Bpk. H. Lukman Hakim, serta Bpk. H. Ariwibowo, MBA selaku Ketua RW 07 sebagai Pelindung.

Badan ini kemudian mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an / Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TPA/TKA). Jumlah santri TPA/TKA awalnya : 14 anak. Tingginya animo warga Anggrek untuk fasilitas pendidikan anak maka pada tahun ajaran 1999/2000 dibuka kelas Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak2 Islam Terpadu (TKIT). Jumlah murid di awal pembukaan sebanyak 6 orang.

Awal dibukanya  sarana pendidikan siswa yang mendaftar umumnya berasal dari putera-puteri warga di lingkungan Anggrek Loka, diantaranya :

1. Brenda Shahnaz, puteri Bpk. Baihaqi, Anggrek

2. Nabila, Putera Ust. Mizan Kayu Gede

3. Kiki, Putera Bpk. Endang, Anggrek

4. Salis, Putera Bpk. Poppy, Anggrek

5. H. Nur, Putera Bpk. Syamsu Wilo, Anggrek

6. Nur Fitri, puteri Bpk. Syamsu, Anggrek

7. Anggi, puteri Bundo Armida

 

Tahun 1999: Penyelesaian dan Penamaan Musholla


Pada tahun 1999, ikut bergabung Bpk. Ir. H. Rusmantono, seorang entrepreneur Advertising dalam memberikan dukungan moral dan material sebagai donatur tetap. Proyek pembangunan musholla dua lantai akhirnya berhasil diselesaikan dengan penempatan/peletakan Mimbar Al Barkah. Nama "Musholla Al Barkah" disepakati oleh para Pendiri. Pada titik ini Musholla mulai digunakan secara optimal untuk kegiatan ibadah dan syiar Islam.

 

Tahun 2000: Pembentukan Pengurus DKM


Pada tahun 2000, jamaah mulai berkembang, warga merasakan perlunya musholla dikelola untuk kenyamanan beribadah. Maka mulailah dibentuk kepengurusan Dewan Kemakmuran Musholla (DKM) di mana terpilih Bpk. H. Basrial yang pertamakali  memimpin Musholla Al Barkah. Pada saat itu, belum ada Bendahara yang ditunjuk, masih dirangkap.

Berdasarkan memori Bpk H. Basrial, beliau menyampaikan informasi tentang warga / jamaah yang pernah menjadi Pengurus DKM antara tahun 2000 s.d tahun 2005. Meski ada juga yang beliau sudah tidak ingat. Warga yang pernah jadi pengurus dapat dilihat di table ringkas Pengurus DKM dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2025 (lampiran akhir).


Pada tahun 2002 untuk memberikan penguatan koordinasi dan komunikasi dibentuk lembaga Dewan Pendiri yang diketuai Bpk. Ir. H. Baihaqi Djamasan dengan Sekretaris Bpk. H. T. Lukman Hakim dan Bendahara Bpk. H. Syamsu Wilo, MBA. Adapun anggotanya terdiri dari sesepuh warga/tokoh masyarakat yang merupakan warga awal Anggrek Loka. Tahun 2003 kegiatan pengajian Ikhwan akhwat dimulai dengan menghadirkan Guru yang secara rutin memberikan pengajaran Hadits, Fiqih, Aqidah. Mereka adalah Ust. Syamsul Bahri, Ust. Nur Gufron Kholik dan Ust. Fachrul Rozy (Almarhum).

 

Renovasi I: Transformasi Menjadi Masjid


Pada Mei 2011, seiring dengan terus meningkatnya jumlah jamaah yang memanfaatkan musholla untuk beribadah, kegiatan pengajian membuat pengurus DKM terus berikhtiar mengembangkan Musholla menjadi Masjid dengan daya tampung yang lebih besar. Maka  dilaksanakanlah renovasi fisik yang meliputi pelebaran fasilitas ruang sholat, perpustakaan mini. Anggaran renovasi diperoleh dari swadaya masyarakat Anggrek Loka. Dalam perkembangan kemudian, ikhtiar ini sedikit terkendala dengan adanya  perbedaan pandangan dan visi di antara para pionir pembangunan musholla yang menimbulkan friksi. Namun, dengan segala suka  duka, serta keikhlasan semua pihak dan berkah dari Allah SWT, situasi kritis ini dapat dilalui dan pelebaran masjid terus berlangsung hingga selesai sesuai tenggat waktu.

   


Seiring dengan perubahan dari Musholla menjadi Masjid disusunlah narasi  Visi Misi Masjid Agung Al Barkah, yaitu :

Visi :

Menjadi pusat keagamaan yang kokoh, menginspirasi, dan berperan aktif dalam menciptakan komunitas yang harmonis, beriman, dan berakhlak mulia.

Misi :

1.    Menyelenggarakan kegiatan ibadah yang khusyuk dan tertib untuk

meningkatkan kualitas keimanan jamaah.

2.    Mengadakan kajian keislaman secara rutin guna memperdalam 

pengetahuan agama bagi seluruh lapisan masyarakat.

3.    Mengembangkan program sosial yang mendukung kesejahteraan dan

kebersamaan umat, seperti santunan yatim piatu, bantuan bagi yang membutuhkan dan kegiatan gotong-royong.

4.    Mendorong partisipasi aktif jamaah dalam memakmurkan masjid dan

menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan masjid.

5.    Memfasilitasi pendidikan agama untuk anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas.

 


Renovasi II: Pembangunan Menara Al Barkah


Bertitik tolak dari fungsi Masjid sebagai pusat pembinaan umat, pusat dakwah Islamiyah dan secara fisik sebagai unsur pengikat lingkungan, maka jelas masjid harus mempunyai daya tarik yang kuat terhadap Masyarakat di sekitarnya agar mereka senang dan nyaman datang ke Masjid. Kalau kubah Masjid Al Barkah mengambil inspirasi dari peristiwa Gua Hira, maka menara Al Barkah juga harus mempunyai filosofi yang kuat.


Atas dasar itulah, pada bulan Juli 2012 DKM Al Barkah (Ketua Ir. H. Kholil, Bendahara Dr. H. Cucu Setiawan, Humas Sofyan Saleh) bersama Dewan Pendiri Ir. H. Baihaqi Djamasan mulai merencanakan kembali pembangunan menara Al Barkah. Arahan dari Bpk Baihaqi agar mencari Arsitek atau orang Teknik Sipil yang dapat diajak menjadi tim dalam membangun Menara Al Barkah. Lalu Bpk Sofyan mengajak kawannya yang bersedia membantu secara ikhlas tanpa professional fee (bahkan ikut memberikan donasi pembuatan ruang Marbot).

Setelah beberapa kali pertemuan diskusi maka terbentuklah tim yang terdiri dari:

- Ketua Pembangunan : Ir. H. Baihaqi Djamasan.

- Anggota tim : Ir. H. Suryawan R. Daeng Sirua (Insinyur Sipil, group Recapital), Ir. Riono (Arsitek, Group Summarecon), Sofyan Saleh (TGA Bookstore Networking).

Tugas tim merancang konsep arsitektur menara : desain,  struktur dan narasi filosofi menara serta  menyusun anggaran pembangunan menara.

Setelah mengkaji berbagai aspek arsitektur dan konstruksi yang bertumpu pada keindahan, kekuatan dan kandungan nilai filosofi menara, disepakati bahwa Menara Al-Barkah harus memiliki karakter dan keunikan yang membedakannya dengan menara mesjid lain




Ide pembangunan diikuti dengan pembuatan gambar kerja, survey beberapa menara masjid dan hunting kontraktor. Setelah melalui beberapa kali diskusi, brainstorming  dan revisi gambar akhirnya pembangunan proyek pembangunan menara mulai dilaksanakan pada hari Jumat, 28 September 2012 / 12 Dzulqaidah 1433 H. Pada saat yang sama DKM Al-Barkah   melakukan penggalangan dana jamaah untuk pembangunan menara.

Rancang bangunan Menara Al-Barkah memiliki esensi dan referensi dari seni Islam (Arabesque), mencerminkan hakikat Tauhidah, serta kaitan dunia dan akhirat yang ditandai dengan unsur-unsur garis lurus dan lengkung.


Menara Al-Barkah sarat dengan makna dan filosofi. Ketinggian menara 17 meter merupakan simbol jumlah rakaat sholat fardhu sehari semalam. 17 meter ini terdiri dari  5 segmen sebagai simbol Rukun Islam. Setiap segmen mewakili waktu-waktu sholat wajib, dimulai dari bawah : Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya dan puncaknya Subuh. Setiap segmen ukuran tingginya masing-masing sesuai jumlah rakaat. Misalnya: segment 1 -  Dzuhur, jumlah rakaat 4, tinggi 4 m. Segmen 5 - Subuh, jumlah rakaat 2, tinggi 2 m.

Menara Al-Barkah dibangun dengan menggunakan konstruksi besi baja dengan dinding luar yang terbuat dari Glass Fiber Reinforced Cement (GRC Board) ketebalan papan antara 8 mm sampai 10 mm.

Berkat dukungan yang luas dari warga masyarakat terutama jamaah Al-Barkah akhirnya pembangunan menara masjid dapat diselesaikan pada hari penuh berkah, Jumat 28 Desember 2012.



ide dasar menara Ir. Baihaqi

 
                                                       





Renovasi III : Peningkatan Fasilitas


Renovasi ketiga dilakukan antara bulan Mei 2013 hingga 2016, meliputi:

·       Pemasangan keramik granit di sekeliling dinding bagian dalam masjid berwarna cream (Desember 2013).


                          


·       Pemasangan listplang GRC di tepian rooftop dan Kongliong Atas/Bawah (2014) :

 



Penggantian karpet custom warna kuning (Oktober 2011) ke karpet import, Hareke - Turkey, warna merah (Februari 2015).

 


·       Pemasangan jendela + pintu aluminium merk YKK (April 2015) dengan dana bantuan Hibah APBD Pemda Tangsel Th. 2015.

 


·       Penempelan lapisan membrant waterproofing anti bocor di atas kubah, untuk antisipasi kendala bocor (Februari 2016)



·       Pemasangan peredam/akustik plafon kubah dgn menambahkan lapisan foam aluminium foil berlapis GRC (Februari 2016).

 


·       Menutup lubang-lubang angin di bawah kubah dengan kaca patri dan pemasangan instalasi pendingin ruangan/AC sebanyak 6 unit (2016).


 





Gambar perencanaan design fasade dibuat oleh arsitek Ir. Ilham Zainal, alumni Arsitektur Unhas, tinggal di Depok yang membantu Masjid Al Barkah  secara sukarela (2013-2015).

 

Peningkatan Fasilitas Th. 2019 - 2025

·    

   2019, pada masa Ketua DKM Bpk. H. Syamsu Wilo, SE, MBA dilakukan renovasi perluasan tempat wudhu dan urinoir/WC (2019).

 


·       2025, pada masa Ketua DKM Bpk. Dr. H. Cucu Setiawan, melalui program Bidang Sarpras & Aset yang dipimpin Bpk. H. Rusdy Machmud dilaksanakan :

a)    Penggantian karpet seluruh lantai 2 dari teras depan sampai ke ruang sekretariat DKM di belakang. Karpet sebelumnya merah polos produk Hareke, Turkey (Februari 2015)  digantikan dgn karpet merah kembang produk Kino, Iran (Februari 2025).

 


b)    Menata area parkir sisi kiri menjadi Plaza Ramadhan yang merupakan venue untuk tempat Buka Puasa dan Sahur Bersama setiap tahun. Venue dihias dengan mural Islami dan pemasangan umbul di lingkugan masjid.

  







c)    Program kerja dalam persiapan mendatang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran :

- Waterproofing kubah yang sudah lama bocor.

- Membuat kotak amal besar dengan 4 pilihan infaq.

- Maintenance menara Masjid.

- Pengecatan Masjid

- Pembuatan rak buku/kitab di 4 buah kolom/tiang Masjid


Legalitas Organisasi Masjid Al Barkah


Pada Januari 2018 DKM membentuk Tim Kecil menyusun  Anggaran Rumah Tangga (ART) sebagai petunjuk pelaksanaan operasional yang akan dijadikan acuan (manual) bagi pelaksanaan kegiatan, yang ditetapkan melalui Musyawarah Umum Jama’ah. Menyusul kemudian pada bulan April 2018 dilakukan pengurusan peningkatan status organisasi dengan pendirian Yayasan Masjid Al Barkah. Pada tanggal 23 April 2018 diterbitkanlah Akta Notaris No. 7 dihadapan Notaris Ibu Like Siti Wulandari, SH yang berkedudukan di Jalan Margonda Raya No. 305 Kota Depok. 



Penutup


Perjalanan Perjuangan dalam Kebersamaan

Perjuangan komunitas warga muslim Anggrek Loka, dalam menghadapi tantangan dan membangun musholla menjadi sebuah contoh nyata tentang kebersamaan dan toleransi antarumat beragama. Usaha ini tidak hanya menciptakan tempat ibadah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di antara warga cluster Anggrek Loka.


Warga Anggrek Loka telah melalui perjalanan panjang dalam membangun komunitas dan tempat ibadah yang inklusif. Dengan upaya dan kerjasama berbagai pihak, terutama dari warga Muslim, Musholla Al Barkah kini telah bertransformasi menjadi masjid yang dapat menampung kebutuhan ibadah dan aktivitas syiar Islam di kompleks ini dan sekitarnya. Meski demikian masih  diperlukan upaya Pengurus untuk mengembangkan pelayanan masjid dengan membangun organisasi  DKM yang modern, memiliki ide-ide kreatif, kerjasama tim dan mengedepankan kebersamaan melepaskan egosentris.


Dalam penulisan sejarah pendirian Masjid Jami Al Barkah di Cluster Anggrek Loka ini, mungkin masih ada bagian dari perjalanan yang belum terdokumentasikan secara lengkap karena keterbatasan sumber informasi serta memori narasumber yang telah banyak terlupakan. Oleh karena itu, sejarah ini tetap terbuka untuk diperbaiki dan disempurnakan di masa mendatang.


Semoga ikhtiar kecil ini dapat memberikan manfaat bagi komunitas Muslim cluster Anggrek Loka pada khususnya dan bagi masyarakat luas yang menggunakan masjid ini pada umumnya.

 


 

“Setiap masa ada orangnya. Setiap orang ada masanya. Setiap peran kesejarahan seseorang dinilai dari kontribusinya pada kemanusiaan dan masyarakat/lingkungannya” (NN)

Tangerang Selatan, 17 Ramadhan 1446 H/ 17 Maret 2025

SS Harularapilu

Ex. Humas / Media Komunikasi & Informasi Al Barkah

(Penulis tinggal di Anggrek Loka th. 2005. Mulai berjamaah dan berkecimpung sebagai relawan Masjid Al Barkah sejak tahun 2008 sampai saat ini. Penulisan sejarah Masjid ini dimulai Ramadhan tahun 2024 dengan pengumpulan data dan serpihan kisah  berdasarkan masukan dan konfirmasi dari beberapa Tokoh Masyarakat/Sesepuh sebagai yang terlibat dalam pembangunan awal, seperti Bpk. Ir. H. Baihaqi Djamasan, Bpk.  H. Basrial, Bpk. H. Syamsu Wilo, dr. Taufik, Bpk Alm. H. Sofyan Sayuti, Bpk. H. M. Kholil,  terutama sejarah di periode antara tahun 1996 – 2008). 



LINIMASA MASJID JAMI AL BARKAH, 1996 – 2025 LINIMASA MASJID JAMI AL BARKAH, 1996 – 2025 Reviewed by Sofyan Saleh on Maret 23, 2025 Rating: 5

Tidak ada komentar

Disqus Shortname

theme-daddy

Comments System

[blogger][disqus][facebook]

Travel everywhere!